Usai Otopsi 2 Nelayan Dilanjutkan Visum Korban Pembunuhan dari Desa Pandu Senjaya

  • Oleh Wahyu Krida
  • 10 November 2019 - 15:36 WIB

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Usai pelaksanaan otopsi dua nelayan asal Kelurahan Mendawai di Pemakaman Sekip, Jalan Diponegoro di lokasi yang sama juga diadakan visum jenazah korban pembunuhan di Desa Pandu Senjaya RT 33 RW 08, Kecamatan Pangkalan Lada, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) Minggu 10 November 2019.

Pasalnya, korban Hutinarsih alias Tina (49 tahun) seorang perempuan berstatus janda sekitar pukul 08.30 WIB ditemukan tewas dengan luka seperti terkena benda tajam di punggung atas.

Perempuan diduga korban pembunuhan ini berprofesi sebagai pemilik warung kopi. Menurut Darni (42) rekan korban mengetahui tewasnya Tina saat dikabari tetangga korban.

"Padahal sekitar pukul 06.00 WIB saya sempat berkomunikasi melalui WA dengan korban. Biasanya setiap pagi kami saling mengirimkan WA dengan maksud mengingatkan untuk bekerja," jelasnya.

Namun selang dua jam kemudian, Darni terkejut lantaran menerima kabar dari tetangga korban bahwa rekannya sudah tewas.

"Keruan saya langsung menuju rumah kontrakan Tina. Di tempat itu Mbak Tina sudah meninggal dengan kondisi tanpa busana. Di kamarnya juga banyak sekali darah," jelasnya.

Darni mengatakan setelah dilaporkan ke polisi, jenazah korban kemudian dibawa menuju Pemakaman Sekip untuk divisum.

"Karena katanya dokter dan petugas visum tadi juga sudah melakukan pemeriksaan serupa terhadap jenazah lain agar prosesnya berlangsung cepat, maka dibawa ketempat itu," jelasnya.

Darni mengatakan rencananya korban akan dibawa menuju kampung halamannya di Kediri.

"Karena di Kalimantan, ia tidak punya keluarga. Jadi setelah proses visum rencananya jenazah mbak Tina bakal diberangkatkan ke kampung halamannya," jelasnya.

Berita Terbaru