SSMS Junjung Tinggi Tata Kelola Lingkungan Lestari

  • Oleh James Donny
  • 13 November 2019 - 19:52 WIB

BORNEONEWS, Pulang Pisau - Penyediaan kawasan konservasi bagi orangutan di Pulau Salat Kabupaten Pulang Pisau, menjadi bukti bahwa PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) menjunjung tinggi tata kelola lingkungan yang lestari.

“Perusahaan kami sangat menjunjung tinggi kaidah tata kelola lingkungan yang lestari. Itu yang membuat kami memutuskan untuk menjalin kerja sama dengan organisasi konservasi yang berdedikasi seperti Yayasan BOS, demi mewujudkan komitmen kami terhadap upaya pelestarian lingkungan hidup dan meningkatkan perekonomian masyarakat di Kalimantan Tengah," kata Direktur PT SSMS Tbk, Vallauthan Subraminam terkait pelepasan kembali 12 orangutan di Pulau Salat, Rabu, 13 November 2019.

Dia mengatakan Pulau Salat ini akan dijadikan sebagai suaka bagi orangutan dan kawasan yang mendukung proses rehabilitasi orangutan. Baik yang siap lepas liar ke hutan, maupun orangutan yang tidak bisa dilepasliarkan. 

"Kami sangat bangga melihat bahwa proyek ini telah mendapat perhatian cukup besar. Semoga bisa dijadikan sebagai contoh atau tolok ukur antara kerja sama pelaku bisnis dengan konservasi di tempat lain," katanya. 

Proyek Pulau Salat ini juga menandakan bisnis yang berkelanjutan dapat berjalan selaras dengan upaya konservasi.

Bentuk kerja sama antar pemangku kepentingan dalam penyediaan lahan habitat orangutan oleh pihak swasta ini juga mendapatkan dukungan yang besar dari pemerintah daerah.

"Gubernur Kalimantan Tengah, Sugianto Sabran menyatakan dukungannya, juga berencana mengembangkan kawasan ini menjadi kawasan ekosistem esensial, yang merupakan kawasan yang memiliki nilai keanekaragaman hayati tinggi di luar kawasan konservasi yang secara ekologi, sosial, dan  budaya penting bagi tujuan konservasi keanekaragaman hayati," terangnya.(JAMES DONNY/B-11)

Berita Terbaru