Karyawan Ini Hanya Bisa Menangis Setelah 10 Tahun Mengabdi Tanpa Jamsostek Kini Dipecat oleh Perusahaan

  • Oleh Arnoldus Maku
  • 16 November 2019 - 14:40 WIB

BORNEONEWS, Palangka Raya - Menangis. Terus menangis. Dan dia mungkin  meratap kemarin, kini dan nanti. Itulah yang bisa digambarkan tentang nasib Ibu Maria Goreti  Ndelo(44), Rabu 13 November 2019 ketika awak media menjumpainya di perusahaan sawit PT Flora Nusa Perdana, Desa Bereng Malaka, Kabupaten Gunung Mas.

Tangisan wanita kelahiran Flores-NTT  tersebut bukan tanpa sebab. Ia menangis karena dipecat sebagai karyawan setelah kurang lebih 10 tahun mengabdi pada PT Flora Nusa Perdana. Kontribusinya bagi perusahaan baik sebagai tenaga tebas, penyemprot hingga pengasuh baby kini tinggal kenangan.

“Awal datang tahun 2009 itu saya kerjanya macam-macam. Pernah sebagai tenaga tebas, menyemprot, brondol hingga sebagai pengasuh puluhan anak karyawan perusahaan,” tutur Maria seraya mengerutkan dahinya.

“Sepuluhan tahun bekerja saya hanya dapat BPJS kesehatan, tidak ada Jamsostek,” tuturnya sambil terus mengusap air mata.

Sambil mengusap air mata dan belum sempat ditanya tentang alasan pemecatan, dirinya langsung mengisahkan bahwa pemecatan terhadap dirinya oleh karena kedapatan anggur putih empat botol di barak yang dihuninya.

“Anggur itu dititip oleh saudara saya, oleh karena ada beberapa karyawan yang memesan untuk membawanya dari Palangka Raya ke perusahaan. Saat razia oleh polisi dan security akhirnya kedapatan,” tuturnya pelan.

“Saya tidak pernah jual barang ini pak. Itu hanya dititip saja. sejak saya jualan sembako disini hampir sepuluh tahun baru kali ini ada razia,” ujar Ibu satu anak tersebut.

Pemecatan terhadap wanita yang tinggal terpisah dengan suaminya ini tidak hanya tentang kehilangan pekerjaan lalu nanti mencari pekerjaan yang baru. Lebih dari itu tentang nasib anak perempuannya yang mengeyam pendidikan di SMPN Bereng Malaka.

“Saya ingat anak saya Sri. Dia sudah kelas tiga SMP. Mau ujian nasional. Kalau dia mau sekolah terus disini nanti tinggal dengan siapa? Karena nama untuk peserta ujian nasional sudah terkirim. Aduh Tuhan tolong saya,” ujarnya langsung memeluk anaknya erat.

Kembali tentang pemecatan, Ibu Maria beberapa kali diminta menandatangani surat pemecatan tersebut. Karena merasa tidak bersalah, dirinya sempat beberapa kali menolak. Meskipun pihak perusahaan terus memaksa hingga mendatangkan polisi.

Berita Terbaru