Aplikasi Pilbup (Pemilihan Bupati) Kab. Sintang Pilkada Serentak 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Diskusi di Madrid, Kemitraan Sumsel Aksi Klimat

  • Oleh Inilah.com
  • 11 Desember 2019 - 00:30 WIB

INILAHCOM, Madrid - Partnership atau Kemitraan menjadi kunci sukses keberhasilan kelola sumberdaya alam. Aktor pada tingkat nasional dan internasional, baik individual atau kelompok sebagai pemerintah, non pemerintah ikut menentukan isu penggunaan sumberdaya alam masa kini maupun masa mendatang.

Demikian kesimpulan acara diskusi panel "Partnership in Sustainable Landscape Management in South Sumatra as a Model for Climate Action" yang diselenggarakan di Paviliun Indonesia dalam perhelatan Konferensi Perubahan Iklim (COP25 Madrid), Kamis (5/12/2019) yang dipandu Soeryo Adiwibowo, Penasehat Senior Menteri LHK.

Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Wiratno menekankan bahwa Kemitraan dengan melibatkan aktor di berbagai level dan berbagai institusi merupakan kunci keberhasilan pelestarian lanskap di lokasi Dangku Sembilang Musi Banyuasin Sumatera Selatan.

Menurut dia kerja sama antara pemkab Musi Banyuasin, Balai KSDA Sumatera Selatan dan Pemprov Sumatera Selatan dengan lembaga konservasi internasional ZSL, yang juga dikawal di tingkat nasional telah menunjukkan hasil yang semakin menggembirakan.

Konsistensi leadership mulai dari Pusat, kabupaten sampai dengan ke tingkat tapak menjadi faktor kunci untuk keberhasilan kelola landscape Dangku Sembilang.

Ditegaskan oleh Dicky Simorangkir, Program Koordinator ZSL, program kemitraan merupakan langkah strategis untuk mencegah dampak negatif dari lemahnya koordinasi pembangunan sektoral. Disamping itu, kemitraan lanskap juga berpotensi mencegah konflik penggunaan ruang di tingkat lokal, meminimalkan konflik akses sumberdaya serta menghindari resiko penguasaan lahan.

Program ini melibatkan pihak swasta dan masyarakat setempat untuk mendorong konservasi zona riparian, mendorong pelaksanaan HCV di berbagai lokasi: termasuk di wilayah kandungan karbon tinggi, pertambangan, perkebunan dan juga pemukiman lokal.

Program kemitraan di tingkat lanskap berhasil menyelamatkan hutan yang tersisa di Musi Banyuasin, serta merestorasi habitat satwa langka, membangun perekonomian setempat dan juga menciptakan koridor satwa. [INILAHCOM/ipe]

Berita Terbaru