Sopir Otak Penipuan Modus Taring Babi Mengaku Tak Tahu Kalau Diajak Melakukan Kejahatan

  • Oleh Naco
  • 02 Januari 2020 - 19:00 WIB

BORNEONEWS, Sampit - Boy Harianto mengaku tidak tahu kalau dirinya menyopir mobil untuk Sabran dan Ardi melakukan penipuan dengan modus Taring Babi Palsu hingga berhasil mengelabui korban Muhammad Kholik.

Boy saat memberikan keterangannya hanya diminta kedua otak pelaku penipuan itu untuk mengantarnya dari Pontianak, Kalimantan Barat menuju Sampit.

"Yang kami pakai itu mobil rental, saya hanya tahu nyetir saja. Saat dikasih Rp 3,4 juta saya terkejut kok banyak saya bilang," terang Boy, Kamis, 2 Januari 2019 saat pelimpahan tahap II di Kejari Kotawaringin Timur.

Ardi dan Sabran tidak menjelaskannya dan mengatakan itu uang untuknya. Bahkan itu dibenarkan oleh kedua tersangka saat di depan jaksa.

"Dia (Boy) tidak tahu atas perbuatan yang kami lakukam itu, kalau kami bilang dia tidak mau kami ajak," terang Sabran.

Hasil penipuan itu Ardi dan Sabran dapat bagian masing-masing Rp 6 juta sementara Boy Harianto dapat bagian Rp 3,4 juta sementara sisanya habis untuk hiburan dan main perempuan oleh Ardi dan Sabran.

Berawal pada Senin, 4 November 2019 sekitar pukul 17.30 Wib pada saat Kholik di komplek pasar PPM Sampit diteras toko sembako Baru Indah Jalan Iskandar, Kelurahan MB. Hulu, Kecamatan MB. Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur menunggu Muhammad Syaufudin yang masih belanja.

Tiba-tiba didatangi oleh tersangka Ardi yang berpura-pura bertanya alamat PT. Bumi Raya, pada saat itu korban mengaku tidak tahu dengan perusahaan tersebut.

Pada saat itu Ardi memanggil Sabran dan keduanya seolah-olah tidak kenal menanyakan perusahaan dimaksud dan korban melihat keduanya berbincang-bincang.

Korban kemudian disuruh mencium sebuah benda yang mereka sebut Taring Babi tersebut, karena aroma parfum di taring tersebut korban jadi linglung dan menuruti kemauan keduanya.

Terutama saat ditanya soal uang, korban langsung menyerahkan segepok uang Rp 19 juta miliknya dan Taring Babi itu diserahkan kepada korban.

Berita Terbaru