Ini Gejala pada Tubuh Timbul Akibat Hipertensi

  • Oleh Dodi Rizkiansyah
  • 25 Februari 2020 - 16:06 WIB

BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Tim Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas memberikan penyuluhan kepada masyarakat tentang penyakit hipertensi lewat Radio Siaran Pemerintah Daerah atau RSPD pada Selasa, 25 Februari 2020.

Dalam penyuluhan disampaikan oleh dr Oktavia Putri Wulandari Effendi mengungkapkan seseorang yang mengidap hipertensi akan merasakan beberapa gejala yang timbul yang mengakibatkan hipertensi, antara lain sakit kepala, lemas, masalah dalam penglihatan, nyeri dada, sesak napas, Aritmia, dan adanya darah dalam urine.

"Bagi sebagian pengidap hipertensi, konsumsi obat harus dilakukan seumur hidup untuk mengatur tekanan darah. Namun, jika tekanan darah pengidap sudah terkendali melalui perubahan gaya hidup, penurunan dosis obat atau konsumsinya dapat dihentikan," ucap Oktavia.

Ia menuturkan dalam pengobatan dosis yang sudah ditentukan merupakan hal yang penting untuk diperhatikan, karena takarannya disesuaikan dengan tingkat tekanan darah.

"Selain itu, obat yang diberikan juga harus diperhatikan apa saja dampak dan efek samping yang timbul pada tubuh sang pengidap," tuturnya.

Sedangkan, untuk obat-obatan yang umumnya diberikan kepada para pengidap hipertensi, antara lain obat untuk membuang kelebihan garam dan cairan di tubuh melalui urine.

Hipertensi membuat pengidapnya rentan terhadap kadar garam tinggi dalam tubuh, untuk itu penggunaan obat ini dibutuhkan sebagai bagian dari pengobatan.

Hipertensi membuat pengidapnya rentan untuk mengalami sumbatan pada pembuluh darah. Tujuan penggunaan obat ini adalah untuk menurunkan tekanan darah pengidap hipertensi, obat penurun tekanan darah yang berfungsi untuk membuat dinding pembuluh darah lebih rilek.

"Obat penghambat renin yang memliiki fungsi utama obat untuk menghambat kerja enzim yang berfungsi untuk menaikan tekanan darah dan dihasilkan oleh ginjal. Jika renin bekerja berlebihan, tekanan darah akan naik tidak terkendali," tuturnya.

Selain konsumsi obat-obatan, pengobatan hipertensi juga bisa dilakukan melalui terapi relaksasi, misalnya terapi meditasi atau terapi yoga. Terapi tersebut bertujuan untuk mengendalikan stres dan memberikan dampak relaksasi bagi pengidap hipertensi

"Pengobatan terhadap hipertensi juga tidak akan berjalan lancar jika tidak disertai dengan perubahan gaya hidup. Menjalani pola makan dan hidup sehat, serta menghindari konsumsi kafein dan garam yang berlebihan juga harus dilakukan," pungkasnya. (DODI RIZKIANSYAH/B-6)

Berita Terbaru