Kualitas Pembiayaan bagi Debitur Terdampak Covid-19 Dilihat dari Ketepatan Pembayaran Sebelumnya

  • Oleh Testi Priscilla
  • 02 April 2020 - 12:10 WIB

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Otoritas Jasa Keuangan atau OJK Kalteng, Otto Fitriandy mengatakan perusahaan layanan dapat menerapkan kebijakan Countercyclical hanya kepada debitur yang kualitas pembiayaannya dapat dilihat dari ketepatan pembayaran di bulan-bulan sebelunya. Hal ini berlaku bagi debitur yang terkena dampak penyebaran virus Covid-19 di tengah wabah ini.

"Penetapan kualitas pembiayaan bagi debitur yang terkena dampak penyebaran Covid-19 dengan plafon pembiayaan paling banyak Rp10 miliar dapat didasarkan pada ketepatan pembayaran pokok, bunga, bagi hasil, ujrah," kata Otto, Kamis, 2 April 2020.

Menurutnya, perusahaan pembiayaan dapat melakukan restrukturisasi terhadap debitur yang terkena dampak penyebaran Covid-19, dengan mempertimbangkan beberapa hal. Seperti adanya proses dan kebijakan restrukturisasi dari pemberi pinjaman, bagi sumber pendanaan dalam bentuk executing.

"Lalu adanya proses dan kebijakan restrukturisasi dari pihak pemilik dana, dalam hal penyaluran pembiayaan dilaksanakan melalui joint financing dan channeling. Adanya permohonan restrukturisasi debitur yang terkena dampak penyebaran Covid-19. Kemudian, adanya penilaian kebutuhan dan kelayakan restrukturisasi dari perusahaan pembiayaan," jelasnya.

Kualitas pembiayaan bagi debitur yang terkena dampak penyebaran Covid-19 yang direstrukturisasi ditetapkan lancar sejak dilakukan restrukturisasi menjadi salah satu pertimbangan.

"Perusahaan pembiayaan dapat memberikan pembiayaan baru kepada debitur yang terkena dampak penyebaran Covid-19, dengan didasarkan pada analisis pembiayaan yang memadai yang dapat memberikan keyakinan atas itikad baik, kemampuan, dan kesanggupan debitur untuk melunasi pembiayaannya sesuai dengan yang diperjanjikan," tegasnya. (TESTI PRISCILLA/B-11)

Berita Terbaru