APPI Duga Ada Jaringan Terorganisir Tawarkan Restrukturisasi Palsu kepada Debitur

  • Oleh Testi Priscilla
  • 25 Mei 2020 - 15:35 WIB

BORNEONEWS, Palangka Raya - Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia atau APPI menduga ada jaringan terorganisir yang menawarkan restrukturisasi palsu kepada debitur perusahaan pembiayaan.

"Karena modusnya tertata, ada beberapa debitur yang tertipu karena memang sangat meyakinkan. Kami duga ini jaringan terorganisir," kata Ketua Umum APPI, Suwandi Wiratno kepada Borneonews pada Senin, 24 Mei 2020.

Pihak yang tidak bertanggung jawab ini menurut Suwandi sangat terorganisir sehingga terlihat meyakinkan sebagai perusahaan pembiayaan.

"Akibat yang terjadi sudah banyak debitur perusahaan pembiayaan yang menjadi korban penipuan yang disebabkan oleh pihak tersebut. Karena mereka mengirimkan informasi yang disampaikan melalui nomor Whatsapp dengan nama perusahaan pembiayaan sehingga meyakinkan bagi debitur," jelas Suwandi lagi.

Selain itu juga menurut Suwandi oknum ini juga menerbitkan kwitansi elektronik sebagai bukti pembayaran kepada debitur, seolah-olah debitur benar telah membayarkan kepada perusahaan pembiayaan dimaksud.

"Penawarannya adalah memberikan keringanan pembayaran sebesar 20 persen dari jumlah angsuran, tentu itu menjanjikan bagi debitur. Makanya sudah banyak yang tertipu. Karena itu kita minta debitur juga bisa waspada dengan pesan-pesan yang dikirimkan melalui WA atau SMS. Lebih baik cari pengumuman resmi saja yang dikeluarkan perusahaan pembiayaan," tuturnya. (TESTI PRISCILLA/B-5)

Berita Terbaru