Menpan RB Atur Tiga Hal di Surat Edaran New Normal untuk PNS

  • Oleh Teras.id
  • 30 Mei 2020 - 11:50 WIB

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Tjahjo Kumolo menerbitkan surat edaran nomor 58 tahun 2020. Surat ini mengatur protokol kerja PNS dalam menghadapi tatanan normal baru alias New Normal. Surat edaran ini mengatur penyesuaian sistem kerja, persiapan infrastruktur penunjang, dan penguatan sumber daya manusia.

"Untuk menjaga keberlangsungan pelaksanaan tugas dan fungsi dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik dengan tetap memprioritaskan kesehatan dan keselamatan ASN," kata Tjahjo dalam salinan surat yang diterima Tempo, Jumat, 29 Mei 2020.

Berikut isi dari surat edaran tersebut;

1. Penyesuaian Sistem Kerja
Dalam surat edaran tersebut, sistem kerja menjadi lebih fleksibel, agar sesuai dengan protokol kesehatan. Penyesuaian dilakukan lewat pelaksanaan tugas kedinasan di kantor (work from office), dan atau pelaksanaan tugas di rumah (work from home).

Pejabat Pembina Kepegawaian pada Kementerian/Lembaga/Daerah, diharuskan mengatur sistem kerja yang akuntabel dan selektif bagi pejabat atau pegawai di unit kerjanya. Dalam mengambil keputusan, mereka wajib memperhatikan kondisi penyebaran Covid-19 di daerah masing-masing.

Penentuan ASN yang dapat melaksanakan kerja dari rumah, harus didasari dari sejumlah pertimbangan. Mulai dari jenis pekerjaan, hasil penilaian kinerja, kompetensi dalam mengoperasikan sistem dan teknologi informasi, laporan disiplin pegawai, kondisi kesehatan/faktor komorbiditas, tempat tinggal, kondisi kesehatan keluarga, riwayat perjalanan, riwayat interaksi, dan efektivitas pelaksanaan tugas.

Pejabat Pembina Kepegawaian yang berlokasi di wilayah pembatasan sosial berskala besar (PSBB), juga diminta memperhatikan beberapa hal. Mereka diminta menugaskan ASN yang bekerja dari rumah agar memperhatikan kinerja dan target kerjanya. ASN yang harus bekerja di lapangan diminta agar mengutamakan protokol kesehatan.

Untuk menjamin kelancaran penyelenggaraan pelayanan publik, Kementerian/Lembaga/Daerah melakukan penyederhanaan proses bisnis dan standar operasional prosedur pelayanan dengan memanfaatkan IT.

Selain itu mereka diimbau menggunakan media informasi untuk penyampaian standar pelayanan baru melalui media publikasi, membuka media komunikasi secara online sebagai wadah konsultasi maupun pengaduan, memastikan output dari produk pelayanan yang dilakukan secara online maupun offline, dan memperhatikan jarak aman, kesehatan, dan keselamatan pegawai yang melakukan pelayanan secara langsung.

Adapun kegiatan dan perjalanan dinas dalam bentuk penyelenggaraan rapat dan/atau kegiatan tatap muka, digunakan menggunakan IT dan media elektronik lainnya. Bila urgensinya tinggi, rapat bisa tetap dilaksanakan dengan memperhatikan physical distancing dan jumlahnya pesera yang sesuai dengan ketentuan perundang-undangan. Pun halnya dengan perjalanan dinas yang dilakukan secara selektif.

2. Dukungan Sumber Daya Manusia Aparatur
Untuk menyesuaikan dengan New Normal surat edaran juga memperhatikan manajemen sumber daya manusia yang meliputi, penilaian kinerja, pemantauan dan pengawasan, dan disiplin pegawai.

Terkait penilaian kinerja, pejabat pembina pembina kepegawaian, memastikan agar unit kerja menyesuaikan proses bisnis dan standar operasional prosedur, dan melakukan perhitungan kembali analisis beban kerja yang mengadaptasi New Normal yang produktif dan aman.

Berita Terbaru