Borneo FC Akan Banyak Beri Peran Pemain Muda Saat Liga 1 Dilanjut

  • Oleh Teras.id
  • 03 Juni 2020 - 11:10 WIB

TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Borneo FC Nabil Husein Said Amin mengatakan, timnya akan memberikan kesempatan lebih banyak kepada pemain muda untuk berlaga ketika Liga 1 Indonesia musim 2020 dilanjutkan oleh PSSI.

"Demi prestasi Indonesia di Piala Dunia U-20 tahun 2021, Borneo FC ingin mempersiapkan pemain-pemain muda agar bisa berkompetisi di lanjutan liga ke depan," ujar Nabil ketika dihubungi Antara dari Jakarta, Selasa.

Oleh karena itu, Nabil menyebut bahwa Borneo FC mendukung usulan PSSI agar Liga 1 musim 2020 kembali dilanjutkan pada September 2020.

Menurut pria berusia 25 tahun itu, bergulirnya liga dapat membuat suasana Indonesia kembali bergairah di tengah pandemi COVID-19. 
"Semoga kelanjutan kompetisi ini akan menjadi semangat baru," tutur dia.

Sementara terkait hal-hal lain yang diusulkan PSSI, termasuk penambahan subsidi pertermin dari Rp 520 juta menjadi Rp 800 juta, Nabil menegaskan bahwa pihaknya akan mengikuti semua keputusan. "Borneo mengikuti semua keputusan. Mana yang terbaik saja," kata dia.


PSSI secara maraton menggelar rapat virtual dengan klub-klub Liga 1, Liga 2, Asosiasi Pesepak Bola Profesional Indonesia (APPI) dan Asosiasi Pelatih Sepak Bola Seluruh Indonesia (APSSI) pada hari ini, Selasa, 2 Juni.

Agenda pertemuan tersebut yaitu mendiskusikan soal usulan PSSI terkait kelanjutan Liga 1 dan 2 Indonesia musim 2020 yang dihentikan sejak Maret 2020 karena pandemi COVID-19.

Adapun usulan PSSI untuk Liga 1 musim 2020 adalah, pertama, kompetisi bergulir kembali pada September 2020 dengan protokol kesehatan yang ketat.

Kedua, pembayaran subsidi per termin dinaikkan menjadi Rp 800 juta. Ketiga, tidak ada degradasi dan, terakhir, pertandingan dipusatkan di Pulau Jawa agar seluruh tim tidak perlu berada di tempat publik terutama bandara.

Kemudian, untuk Liga 2 musim 2020, PSSI menyarankan kompetisi bergulir kembali mulai Oktober sampai Desember 2020, subsidi pertermin dinaikkan menjadi Rp 200 juta dan tanpa degradasi.

Berita Terbaru