Mahfud Md: Kalau Ndak Bisa Tangkap Djoko Tjandra, Keterlaluan

  • Oleh Teras.id
  • 09 Juli 2020 - 10:21 WIB

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud Md mengatakan Polri dan Kejaksaan Agung sebenarnya memiliki kemampuan untuk menangkap buronan kelas kakap Djoko Tjandra. Karena itu, ia meyakini Djoko dapat segera tertangkap.

"Itu kan sebenarnya dari sesudah saya bicara dengan para ahlinya, itu kan soal sepele kalau bagi polisi dan Kejagung kalau mau menangkap orang yang begitu, gampang ngendusnya gitu. Sehingga kalau ndak bisa keterlaluan lah," kata Mahfud usai rapat di kantornya, di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Rabu malam, 8 Juli 2020.

Dia mengatakan kepolisian dan kejaksaan memiliki kemampuan yang hebat. Djoko Tjandra yang buron sejak 2009, diketahui masuk ke Indonesia baru-baru ini dan sempat mendaftarkan Peninjauan Kembali (PK) di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Karenanya Mahfud mengatakan sudah seharusnya Indonesia tak dipermalukan oleh sosok buronan seperti Djoko Tjandra.

"Malu negara ini kalau dipermainkan oleh Djoko Tjandra. Kepolisian kita yang hebat masa nggak bisa nangkap. Kejagung yang hebat seperti itu masa nggak bisa nangkap gitu," katanya. Dalam pertemuan itu, hadir 5 lembaga.

Mereka adalah Kementerian Dalam Negeri yang diwakili Dirjen Dukcapil, Kementerian Hukum dan HAM yang diwakili Dirjen Imigrasi, Jaksa Agung diwakili Wakil Jaksa Agung, Kapolri diwakili Kabareskrim, dan Kantor Staf Presiden yang diwakili Deputi 5.

Mahfud mengatakan dalam pertemuan itu, Kepolisian dan Kejaksaan telah berkomitmen akan bekerja keras menangkap Djoko Tjandra.

Sementara Kemenkumham serta Kemendagri akan membackup dengan dukungan dokumen kependudukan dan keimigrasian.

"Sedangkan di Istana, KSP kalau perlu instrumen-instrumen administrasi yang diperlukan dari pemerintah," katanya. (TERAS.ID)

Berita Terbaru