Aplikasi Pilbup (Pemilihan Bupati) Kab. Kab. Kotabaru Pilkada Serentak 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

PB PRSI Ingatkan Papua Soal Pemeliharaan Venue Akuatik Pasca PON 2021

  • Oleh Teras.id
  • 05 Agustus 2020 - 20:20 WIB

TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Umum PB PRSI, Sarman Simanjorang mengatakan pasca penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional atau PON XX di Papua, pemeliharaan venue akuatik harus direncanakan dengan matang.

Menurut dia, dari semua venue yang dibangun untuk penyelenggaraan PON Papua, pemeliharaan venue akuatik membutuhkan biaya perawatan yang paling besar.

“Venue akuatik ini terbaik kedua di Indonesia, perawatan dan pemeliharaan butuh dana besar, sehingga harus dikelola dengan baik supaya ada pemasukan,” ujar Sarman melalui keterangan pers, Senin, 3 Agustus 2020. 

Ia  menyebutkan pemeliharaan venue Akuatik Gelora Bung Karno atau GBK membutuhkan biaya perawatan sekitar Rp 10 miliar setiap tahunnya untuk empat kolam yang ada.

“Untuk akuatik GBK kalau tidak salah sekitar Rp 10 miliar per tahun, apalagi venue ini berstandar internasional, tentu biayanya perawatan mahal," katanya.

Karena itu, Pemerintah Provinsi Papua mulai sekarang sudah harus memikirkan bagaimana cara memanfaatkan venue-venue yang dibangun dengan sangat baik dan bisa mendapatkan pemasukan.

Sarman menuturkan perawatan kolam renang yang mahal itu pada bagian mesin sirkulasi air yang berguna menjernihkan, mengatur kadar racun, menjaga persentase kaporit yang dijalankan secara otomatis melalui sistem komputerisasi.

Project Manager venue Akuatik Hapsak Panca Pamungkas menjelaskan bahwa pembangunan venue akuatik Papua menggunakan teknologi building information modelling meliputi struktur, arsitektur, mekanikal, elektrikal, elektronika, instalasi kolam, infrastruktur dan lanskap.

“Di arena ini terdapat tiga kolam renang, mulai kolam loncat indah yang memiliki panjang 21 meter kemudian lebar 25 meter dan tinggi 5 meter. Selanjutnya ada kolam pemanasan yang memiliki panjang 50 meter, lebar 21 meter dan tinggi 1 hingga 2 meter,” kata Hapsak.

Kolam ketiga, kata Hapsak, adalah kolam utama yang memiliki panjang 51,23 meter, lebar 25 meter dan tinggi 3 meter.

“Pembangunan Akuatik  Papua ini juga menggunakan teknologi Building Information Modeling (BIM). Mulai dari arsitektur lalu struktur, MEP sampai landscape,” ucap Hapsak.

Pembangunan kolam renang  ini dikerjakan oleh PT Waskita Karya dengan nilai kontrak  Rp 401 miliar. Venue akuatik berlokasi di Kampung Harapan, Sentani, Jayapura. Pembangunan proyek ini dimulai pada tanggal 7 Desember 2018 dan selesai 29 Juli 2020. 

(TERAS.ID)

Berita Terbaru