Aplikasi Pilbup (Pemilihan Bupati) Kab. Pohuwato Pilkada Serentak 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

BNPT-FKPT Kalteng Perkuat Nilai Agama dan Budaya di Sekolah

  • Oleh Hendri
  • 18 Oktober 2020 - 20:31 WIB

BORNEONEWS, Palangka Raya - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) bekerja sama dengan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi Kalimantan Tengah terus memperkuat internalisasi nilai-nilai agama dan budaya di sekolah dalam menumbuhkan moderasi beragama.

Ketua FKPT Kalteng, Khairil Anwar menjelaskan kegiatan itu bertujuan untuk memperkuat kapasitas guru kelas PAUD/TK/RA dan guru pendidikan agama di tingkat SD/MI sederajat dan SMP/MTs sederajat dengan pemahaman anti radikal terorisme.

Kemudian memberikan pemahaman cara praktis pencegahan penyebaran paham radikal terorisme melalui proses pembelajaran yang berbasis TIK dan penguatan pada pemahaman terhadap nilai-nilai kebudayaan.

Dalam kegiatan itu guru kelas PAUD/TK/RA dan guru pendidikan agama di tingkat SD/MI sederajat dan SMP/MTs dibekali cara penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran yang interaktif dan damai yang berbasis TIK.

"Mereka juga dibekali pengembangan materi ajar, sesuai dengan kurikulum tahun 2013. Menggerakan kreatifitas para guru dengan mengikuti lomba inovasi pembelajaran inspiratif pendidikan agama berbasis TIK yang diadakan secara serentak di 32 provinsi," katanya.

Guru yang menjadi peserta, akan mengikut seminar diisi dengan pemaparan materi tentang pemahaman radikal terorisme. Kontekstualisasi ayat-ayat jihad, pentingnya budaya dan kearifan lokal, ideologi radikalisme, cara penyebaran, cara perekrutan dan modus-modus yang digunakan.

"Nanti dibekali pengetahuan cara pencegahannya serta menangkal penyebaran paham radikal terorisme baik di dalam maupun di luar kelas," tuturnya.

Kemudian ada pelatihan pembuatan desain pembelajaran agama berbasis TIK yang interaktif, dan damai, disertai praktek penerapan rencana pembelajaran komprehensif, menyenangkan dan mampu mengajarkan siswa saling menghormati perbedaan dan tidak mengarah pada paham radikal terorisme.

Lembaga pendidikan dan media sosial merupakan dua wilayah yang menjadi perhatian kelompok radikal terorisme menyebarkan paham sekaligus perekrutan anggota baru.

Melalui dunia pendidikan, kelompok radikal dapat melancarkan aksi dengan modus terselubung untuk memasukkan paham radikal terorisme dalam kegiatan kurikuler dan ektra kurikuler.

Berita Terbaru