Aplikasi Pilbup (Pemilihan Bupati) Kab. Pesisir Barat Pilkada Serentak 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Pengrajin Cobek di Desa Basungkai Kapuas Tetap Berjalan di Tengah Pandemi

  • Oleh Dodi Rizkiansyah
  • 24 Oktober 2020 - 14:00 WIB

BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Pengrajin cobek dari batang kelapa di Handil Sampurna, Desa Basungkai, Kecamatan Basarang, Kabupaten Kapuas tetap berjalan meski di tengah pandemi Covid-19. Seperti yang dilakukan Basni bersama para pengrajin lainnya.

Mereka menaruh harapan hidup dari cobek dan ulekan yang diolahnya. Mereka tetap berusaha produktif sampai saat ini hampir setiap hari mengolah.

"Tetap produksi kita. Walau saat PSBB itu ada sedikit kendala dalam pemasaran. Sekarang sudah lancar," kata Basni, Sabtu 24 Oktober 2020.

Suara mesin diiringi suara gesekan alat pahat atau pembentuk cobek dari batang kelapa menjadi bagian keseharian mereka.

Sudah lima tahun warga Handil Sampurna, Desa Basungkai, Kecamatan Basarang itu jadi pengrajin cobek di sana. Melihat aktivitasnya yang sudah tahunan, bisa dikatakan usaha itu tak hanya menopang hidup namun sumber penghasilan pasti.

Ada belasan pengrajin cobek di Desa Basungkai. Lokasi persisnya di Handil Sampurna. Tak begitu jauh masuknya dari pintu gerbang tanda kawasan Desa Basungkai.

"Per hari bisa membuat sekitar 20 cobek dari batang kelapa ini," ucapnya. Dia menyebut rata-rata per bulan bisa menghasilkan ratusan cobek.

"Menyesuaikan pesanan dan ketersediaan bahan bakunya juga karena sekarang mencari batang kelapa yang tua dan sesuai sudah mulai sulit," tuturnya.

Basni tidak terlalu pusing mencari pelanggan karena memang sudah ada langganan yang langsung mengambil pesanan cobek ke tempatnya.

"Pemasaran di Kapuas hingga daerah Banjarmasin dan Kalsel, dengan harga persatuan kisaran belasan ribu tergantung ukuran," tuturnya. (DODI RIZKIANSYAH/B-6)

Berita Terbaru