Aplikasi Pilbup (Pemilihan Bupati) Kab. Pesawaran Pilkada Serentak 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

KN Karna Serahkan 36 Kantong Jenazah ke Posko SAR Sriwijaya SJ182

  • Oleh ANTARA
  • 14 Januari 2021 - 19:05 WIB

BORNEONEWS, Jakarta - Sebanyak 36 kantong berisi bagian tubuh jenazah korban kecelakaan pesawat Sriwijaya SJ182 hasil operasi pencarian dan pertolongan hari keenam diserahkan oleh Kapten Kapal KN Karna milik Basarnas ke Posko SAR Terpadu JICT 2, Jakarta, Kamis.

Selain 36 kantong berisi jenazah, KN Karna juga membawa satu kantong berisi serpihan pesawat. Temuan tersebut selanjutnya diserahkan ke DVI dan KNKT.

"Sore hari ini hari keenam kita menerima obyek pencarian yang akan diserahkan komandan KN Karna. Ini pengantaran  yang pertama, mungkin ada lagi menyusul," kata Direktur Operator (Dirops) Basarnas Rasman M.S.

Rasman menyebutkan temuan merupakan hasil pencarian penyelam Basarnas di lokasi jatuh pesawat di perairan Kepulauan Seribu.

Rasman mengapresiasi kerja tim di lapangan yang tak lelah melakukan pencarian dan pertolongan hingga hari keenam.

"Tentu Basarnas memberikan apresiasi kepada tim yang ada di lapangan atas jerih payah dapat menemukan apa yang menjadi harapan kita bersama, selanjutnya saya akan serahkan ke DVI dan KNKT untuk pendalaman lebih lanjut," kata Rasman.

Sehingga total semua kantong jenazah yang ditemukan hingga Kamis sore sebanyak 177. Jumlah ini merupakan penambahan dari pencarian hari sebelumnya.

Sedangkan untuk serpihan pesawat yang terkumpul hingga hari keenam pencarian Kamis sore bertambah jadi 32, dari jumlah sebelumnya 31 kantong.

Belum ada tambahan potongan pesawat berukuran besar.

Temuan 37 kantong hari ini diserahkan oleh Kapten Kapal KN Karna kepada Dirops Basarnas dan selanjutnya diserahkan ke DVI dan KNTK untuk diperiksa lebih lanjut.

Sebelumnya, pesawat Sriwijaya Air nomor register PK-CLC dengan nomor penerbangan SJ-182 dengan rute Jakarta-Pontianak hilang kontak pada Sabtu (9/1) pukul 14.40 WIB dan jatuh di perairan Kepulauan Seribu di antara Pulau Lancang dan Pulau Laki.

Pesawat jenis Boeing 737-500 itu hilang kontak pada posisi 11 nautical mile di utara Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang setelah melewati ketinggian 11.000 kaki dan pada saat menambah ketinggian di 13.000 kaki.

Berita Terbaru