Aplikasi Pilbup (Pemilihan Bupati) Kab. Situbondo Pilkada Serentak 2024

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Perpisahan Sekolah Berujung Petaka, Bocah 7 Tahun Meninggal di Kolam Renang Wisata

  • Oleh Danang Ristiantoro
  • 22 Juni 2022 - 20:50 WIB

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Acara perpisahan sekolah yang diharapkan menjadi momen bahagia yang akan dikenang, justru berbalik menjadi hari yang tak diinginkan. Karena kegiatan berwisata di Kolam Renang justru merenggut nyawa seorang pelajar berusia 7 tahun, di Kabupaten Kotawaringin Barat.

Korban dengan inisial FAA warga Jalan Padat Karya II Rt.16 Kelurahan Kumai Hilir, Kecamatan Kumai, dikabarkan meninggal dunia akibat tenggelam di kolam renang TWK Uning, Desa Sungai Kapitan, Kecamatan Kumai, Selasa, 21 Juni 2022, sekitar pukul 11.12 WIB, saat acara perpisahan sekolah PAUD TK Islam Terpadu Permata.

Saat dikonfirmasi, Kapolsek Kumai IPTU Rahis Fadhlillah membenarkan peristiwa tersebut. Ia menceritakan peristiwa nahas ini bermula saat rombongan siswa, guru dan wali murid TK Islam Terpadu Permata, Kelurahan Kumai Hilir melakukan acara perpisahan di tempat wisata tersebut.

"Berawal pada Pukul 11.12 WIB, setelah sesi foto bersama, korban didampingi wali murid berenang di kolam yang dangkal," kata Rahis Fadhlillah, Rabu, 22 Juni 2022.

Setelah korban berenang kurang lebih sekitar 15 menit. Kemudian pada pukul 11.30 WIB, wali murid mengajak korban untuk makan, namun korban menolak dan ingin bermain kembali bersama teman temannya di kolam renang tersebut.

Usai selesai makan siang, sambung Rahis, Hariyanto pun lantas mendatangi kembali lokasi kolam dangkal itu dengan maksud mengajak korban mengisi perut, tetapi saat dicari tidak menemukan keberadaan korban.

"Setelah wali murid selesai makan, berencana mencari korban untuk mengajak makan siang. Setelah mencari di seluruh kolam renang TWK Uning, korban tidak di temukan. Selanjutnya wali murid ini memberitahu kepada wali kelas TK Permata," tuturnya.

Laporan tersebut, kemudian diteruskan kepada pengelola wisata kolam renang TWK Uning. Melalui pengeras suara, mereka mengumumkan hilangnya korban.

Sekitar pukul 12.15 WIB, korban ditemukan oleh wali murid yang berenang di kolam renang dengan ukuran 150 meter. Selanjutnya, Hariyanto dan petugas kolam renang TWK Uning mengambil tindakan pertama pada korban, namun tindakan tersebut tidak ada hasil.

"Wali murid sempat membawa korban ke Puskesmas Kumai sekitar pukul 13.00 WIB. Setelah dilakukan pemeriksaan oleh pihak puskesmas menyatakan bahwa korban tidak bisa diselamatkan. Selanjutnya sekitar pukul14.00 WIB, korban dibawa pulang," pungkasnya. (DANANG/B-5)

Berita Terbaru