Aplikasi Pilbup (Pemilihan Bupati) Kab. Maluku Barat Daya Pilkada Serentak 2024

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Pengamat: Indonesia Raih Pencapaian dalam Menjembatani Perdamaian

  • Oleh ANTARA
  • 17 Agustus 2022 - 17:00 WIB

BORNEONEWS, Jakarta - Pengamat hubungan internasional, Hikmahanto Juwana, melihat posisi Indonesia yang diterima oleh Ukraina dan Rusia di tengah pertikaian antara kedua negara itu sebagai suatu pencapaian dalam menjembatani perdamaian.

“Menurut saya sudah on the right track ya. Karena meski perang masih berlangsung, kedua negara telah menyepakati untuk tidak mengganggu pasokan pangan ke dunia, utamanya ke negara-negara berkembang,” kata Hikmahanto saat dihubungi dari Jakarta, Selasa.

Hikmahanto menanggapi pidato Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI Tahun 2022 di Gedung MPR/DPR/DPD RI pada Selasa. 

"Ini yang sudah disepakati di Turki, artinya Indonesia telah membuka jalan bagi adanya kesepakatan," kata guru besar Hukum Internasional Universitas Indonesia itu, menambahkan. 

Dalam pidatonya, Presiden Jokowi menyebut bahwa salah satu dari kekuatan Indonesia adalah kepercayaan internasional yang meningkat tajam. Ia mengambil contoh bahwa Indonesia diterima oleh Rusia dan Ukraina sebagai jembatan perdamaian.

Menurut Hikmahanto, upaya selanjutnya yang dapat dilakukan oleh Indonesia adalah berkontribusi pada upaya mengakhiri peperangan.

“Kesempatan ini dapat dilakukan saat pertemuan (KTT) G20 November nanti,” ujarnya.

Dia mengatakan bahwa jika semua negara yang diundang hadir, Indonesia dapat menyediakan sarana dan prasarana untuk memfasilitasi mereka melakukan pembicaraan.

Ia pun mengatakan bahwa Indonesia telah melakukan langkah yang tepat dalam memperbaiki posisinya menjadi bebas aktif.

Dalam pidato tahunannya, selain menyebut Indonesia telah diterima oleh Rusia dan Ukraina sebagai jembatan perdamaian, Presiden Jokowi juga menyebut peran Indonesia yang dipercaya oleh PBB untuk menjadi bagian dari Global Crisis Response Group terkait penanganan krisis global.

ANTARA

Berita Terbaru