Aplikasi Pilbup (Pemilihan Bupati) Kab. Halmahera Selatan Pilkada Serentak 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Anjing Rabies Terus Menebar Teror

  • 28 Februari 2016 - 16:17 WIB

Anjing rabies yang pernah menggigit tiga korban terus berkeliaran. Khususnya saat hari sudah menjelang malam. 

Sabtu (27/2/2016) empat warga yang akan menuju ke perkampungan di PBS Natai Baru, hampir menjadi korban anjing gila itu. Tepatnya saat melewati perkampungan Sungai Baru, Bungur, Kelurahan Baru, Kecamatan Arsel pada pukul 23.30 WIB malam. Namun karena empat orang ini melawan disertai teriakan, anjing gila itu kabur.

Warga sekitar sebenarnya mendengar teriakan itu. Namun lantaran rumah di sekitar jaraknya berjauhan serta faktor trauma terhadap gigitan anjing gila ini sebelumnya, tak satupun warga yang berani keluar.

"Mereka ini pukul 23.30 mau pulang ke permukiman di perusahaan. Saat melewati kampung kami di Sungai Baru mereka diserang, warga takut menjadi sasaran anjing itu sehingga takut keluar," kata Jimran, warga RT 27 yang juga korban gigitan anjing itu.

Sementara itu, Kepala Bidang Keswan dan Perlintan Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kobar Haryo Prabowo membenarkan laporan masyarakat yang ia terima, anjing yang sama yang sebelumnya menggigit tiga warga, juga menyerang warga perkebunan. Ia mengaku kesulitan mendeteksi keberadaan anjing tersebut untuk mengantisipasi jatuhnya korban lain.

Pada siang hari anjing yang terinfeksi rabies itu cenderung bersembunyi karena menghindari matahari. Agresifitasnya kembali muncul pada sore hingga malam hari.

Saat ini langkah antisipasinya adalah dengan menggiatkan masyarakat untuk memantau keberadaan anjing itu. Apabila ditemukan ia menyarankan agar segera dibunuh. Apalagi anjing tersebut juga diketahui menggigit tanaman pisang warga hingga tumbang.

Ia membeberkan selama Januari dan Februari ini di Kecamatan Kumai juga terjadi kasus yang sama dengan korban gigitan berjumlah empat orang.

"Sulit mendeteksi anjing ini pada siang hari. Saya sudah berkoordinasi dengan lurah untuk mengumpulkan ketua RT, dan kalau ditemukan anjing itu langsung dibunuh saja," kata dia. (KOKO SULISTYO/m)

Berita Terbaru