Aplikasi Pilbup (Pemilihan Bupati) Kab. Warofen Pilkada Serentak 2024

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Koordinator Pengamen di Sampit Miliki Perhiasan Bernilai Lebih dari Rp 51 Juta dan Melawan Saat Ditangkap Satpol PP Kotim

  • Oleh Buddi Rahmat H
  • 24 Juli 2023 - 17:56 WIB

BORNEONEWS, Sampit - Seorang perempuan bernama Mesah (43) yang menjadi koordinator pengamen anak-anak disekitar lampu merah yang ada di Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) ditangkap Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kotim. Senin, 24 Juli 2023.

Perempuan ini ditangkap di Jalan HM Arsyad pada saat sedang memantau keadaan kantor Satpol PP yang saat itu hendak melakukan patroli. Namun, saat hendak diamankan perempuan tersebut sempat melawan petugas.

"Hari ini kami memang merencanakan melaksanakan razia gepeng, namun sebelum kita berangkat kita mengetahui ada seseorang yang memata matai di sekitaran Kantor Satpol PP, akhirnya kami juga melakukan pengintaian dan berhasil kami tangkap yang ternyata koordinatornya," kata Sugeng Riyanto Kepala bidang penegakan perundang-undangan daerah Satpol PP, Senin 24 Juli 2023.

Setelah kami tangkap dan lakukan pemeriksaan badan, ternyata didalam tas yang dibawa oleh perempuan ini terdapat sejumlah uang tunai dan bukti kwitansi perhiasan yang mencapai puluhan juta rupiah, yang diduga hasil dari setoran anak-anak yang di pekerjakan di jalanan.

"Pelaku sempat menyembunyikan tas yang sedang dipegangnya. Namun kami merebutnya dan melakukan penggeledahan ternyata ditemukan banyak uang ribuan hingga ratusan hasil setoran dari pengamen jalanan, serta juga kita temukan banyak kwitansi pembelian emas dan perak. Untuk emas saja yang sudah terhitung totalnya Rp 51 juta lebih, belum lagi yang perak dan uang di dalam tas," jelasnya.

Saat ini petugas Satpol PP masih melakukan penghitungan sejumlah barang bukti berupa uang jutaan Rupiah dan juga kwitansi pembelian emas dan perak diperkirakan sebanyak 40 lembar lebih nota pembelian.

Mesah ini merupakan warga asli Kabupaten Seruyan namun sudah lama berdomisili di Kabupaten Kotim. Dan dirinya juga sudah beberapa kali tertangkap oleh petugas Satpol PP tetapi masih mengulangi perbuatannya.

"Untuk handphone nya sudah kita amankan, karena sampai sekarang banyak telepon masuk di handphone pelaku ini. Yang diduga nomor dari anak buahnya yang ada di lapangan,"tutupnya. (BUDDI RAHMAT H/H)

Berita Terbaru