Aplikasi Pilbup (Pemilihan Bupati) Kab. Balangan Pilkada Serentak 2024

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Tergiur Rp 5 Juta, Mahasiswi di Palangka Raya Rela VCS hingga Hampir Jadi Korban Pemerasan

  • Oleh Pathur Rahman
  • 18 Agustus 2023 - 12:56 WIB

BORNEONEWS, Palangka Raya - Seorang Mahasiswi berumur 20 tahun di Palangka Raya rela melakukan Video Call Sex (VCS) dengan orang yang baru dikenalnya di Media Sosial (Medsos). Hal itu dilakukannya karena tergiur Rp 5 juta yang dijanjikan orang tersebut.

Akibatnya, mahasiswi tersebut bukan mendapatkan apa yang dijanjikan, malah hampir menjadi korban pemerasan oleh pelaku dengan ancaman penyebaran rekaman VCS yang dilakukan korban. 

Kabid Humas Polda Kalteng Kombes Pol Erlan Munaji menyampaikan, kejadian bermula ketika mahasiswi tersebut menerima pesan di akun media sosialnya oleh orang yang tidak dikenal, dengan modus menawarkan pekerjaan.

Pelaku menawarkan pekerjaan melayani VCS dengan klien om-om hidung belang, tawaran gajih yang dibayar Rp 5 Juta. Mendengar tawaran tersebut, mahasiswi itu menyetujuinya.

Kemudian korban diberi nomor whatsapp om-om tersebut. Setelah dihubungi, akhirnya mahasiswi dan om-om tersebut sepakat VCS dengan imbalan Rp 5 juta, setelah selesai VCS mahasiswi tersebut meminta imbalan kepada om-om pelanggannya.

Bukannya mendapat bayaran, mahasiswi tersebut malah diancam oleh klien nya video VCS akan disebarkan apabila tidak mengirimkan uang ke dirinya.

"Hal tersebut yang membuat mahasiswi melapor kepada kami, dan langsung kami tindak llaanjuti," katanya, Jumat, 18 Agustus 2023.

Mendapat laporan tersebut, Ketua Tim Virtual Police Bidhumas Polda Kalteng Ipda H Shamsuddin atau akrab disapa Cak Sam, melakukan profiling terhadap akun Instagram dan nomor whatsapp tersebut.

Cak Sam kemudian memberikan peringatan kepada pelaku, kalau menyebarkan video pornografi dan melakukan pemerasan akan diproses hukum. Lalu pelaku mengurungkan niatnya dan mau menghapus video tersebut.

"Jangan melakukan VCS walaupun dibayar semahal apapun dan setop tanpa busana di depan kamera karena jejak digital tidak bisa dihapus," pungkasnya. (PATHUR/H)

Berita Terbaru