Aplikasi Pilbup (Pemilihan Bupati) Kab. Boven Digoel Pilkada Serentak 2024

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Penggabungan Kampus STIP ke UMPR Rampung, Kini Punya 25 Prodi

  • Oleh ANTARA
  • 11 Februari 2024 - 23:40 WIB

BORNEONEWS, Palangka Raya - Penggabungan Kampus Sekolah Tinggi Ilmu Pendidikan Bunga Bangsa (STIP BB) ke Universitas Muhammadiyah Palangka Raya (UMPR) telah selesai sehingga kini total program studi di Kampus Swasta terbesar di Kalimantan Tengah itu menjadi 25 program studi (prodi).

Rektor UMPR Assoc. Prof.Dr.Muhamad Yusuf,S.Sos,MAP di Palangka Raya, Minggu, mengatakan penugasan dari Ditjen Diktiristek Kemendikbudristek tentang penggabungan Sekolah Tinggi Ilmu Pendidikan Bunga Bangsa (STIP-BB) Palangka Raya ke UMPR sejak awal 2023 hampir rampung setelah dilakukan visitasi penyatuan kampus oleh Tim Kelembagaan Diktiristek pada 2 Februari 2024.

"Hasil visitasi ada beberapa catatan perbaikan, Tim Kerja UMPR telah melaporkan kembali beberapa saran perbaikan dokumen, sehingga diharapkan bisa terbit Surat Keputusan tentang Akuisiasi atau Penggabungan STIP-BB ke UMPR yang sekaligus bertambahnya 5 prodi baru di UMPR dan sudah bisa menerima mahasiswa baru pada semester ganjil 2024," katanya.

Dia mengatakan, kebijakan Pemerintah Pusat dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan tinggi oleh lebih dari empat ribu yayasan swasta secara nasional dengan menggabungkan kampus-kampus di daerah juga berlangsung di Universitas Muhammadiyah Palangka Raya.

Hasil penggabungan tersebut menjadikan UMPR memiliki total 25 prodi, termasuk lima prodi baru yaitu Program Sarjana (S1) Psikologi, S1 Ilmu Hukum, S1 Manajemen, S1 Pendidikan Biologi, S1 Pendidikan Bahasa Inggris menambah dari prodi yang ada pada 8 fakultas termasuk dua Prodi S2 Magister Administrasi Publik, dan Prodi S2 Magister Pendidikan Dasar.

“Kami menyampaikan penghargaan dan ucapan terima kasih kepada pihak Kelembagaan Diktiristek Kemendikbudristek, LLDikti XI Kalimantan, Ketua Yayasan STIP-BB Suriyani,SE,MM dan Dr.(Kand) Istia,S.Pd,MAP serta Prof.Dr.Harun Joko Prayitno,MH dari Majelisdiktilitbang PP Muhammadiyah yang sejak awal menggagas hingga proses akhir penggabungan kampus yang terus mendampingi,” ucapnya.

Rektor UMPR Assoc.Prof.Yusuf juga menyampaikan saat ini pihaknya sedang mempersiapkan proses pendirian Fakultas Kedokteran yang berlokasi di Kampus-2 UMPR di Kelurahan Kereng Bangkirai Kecamatan Sebangau Kota Palangka Raya, sebagai upaya ikut penguatan program pemerintah dalam pemenuhan kebutuhan dokter, khususnya di Kalimantan.

Pembukaan Prodi Kedokteran UMPR sudah masuk dalam agenda Majelisdiktilitbang PP Muhammadiyah bersama 5 kampus PTMA lainnya, dan progress Pendirian FK UMPR sudah mengajukan proposal dan surat rekomendasi Menteri Kesehatan RI yang segera menjadwalkan untuk menurun Tim Visitasi ke UMPR guna melihat persiapan pembangunan sarana dan prasarana seperti lab anatomi dan gedung perkuliahan standar pendidikan FK.

Sementara itu, Ketua task force penggabungan yang juga Wakil Rektor Bidang Akademik dan Riset UMPR Assoc.Prof.Dr.Chandra Anugrah Putra,M.Pd menambahkan proses penggabungan kampus dimulai dari memperbaiki data pada Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDIKTI) di STIP BB.

"Melalui program Akselerasi Program Penggabungan atau Penyatuan-Peguruan Tinggi Swasta (APPP-PTS) ini telah mendapat pendampingan sampai pada dua tahap, monev, dan visitasi lapangan untuk mengidentifikasi kelengkapan guna penambahan lima prodi baru tersebut,” katanya.

Berita Terbaru