Sejumlah Desa di Kamipang Masih Gelap

  • Oleh Abdul Gofur
  • 23 Mei 2016 - 09:21 WIB

BORNEONEWS, Kasongan - Sejumlah desa di Kecamatan Kamipang, Kabupaten Katingan, sejauh ini masih belum mendapatkan aliran listrik PLN alias masih gelap. Seperti Desa Karuing, Desa Parupuk, Parigi, dan Desa Tampelas. Sedangkan desa lainnya seperti Jahanjang dan Baun Bango sudah ada jaringan listrik PLN.

Beberapa warga Desa Karuing yang ditemui Borneonews mengaku jika selama ini warga menggunakan lampu teplok untuk penerangan pada malam hari itu.

"Bagi warga mampu ada yang pakai mesin genset untuk penerangan di rumahnya. Tetapi bagi kami ini hanya pakai lampu teplok saja, sebab kalau menggunakan genset biayanya mahal," sebut Taufik, warga Desa Karuing.

Sebenarnya jarak Desa Karuing dengan Jahanjang yang sudah lebih dulu menikmati listrik PLN sekitar lima kilometer. Namun pihak PLN bersama pemerintah daerah belum dapat merealisasikan jaringan PLN, termasuk pemasangan tiang listrik sampai ke Desa Karuing ini.

"Alasannya waktu itu karena dari desa kami ke Jahanjang itu belum ada jalan daratnya," sebutnya.

Taufik mengaku warga setempat memang pernah mendapatkan bantuan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dari pemerintah.

Namun sebagian besar sudah rusak tidak bisa digunakan lagi. "Sekitar enam tahunan dulu kita pernah mendapat bantuan PLTS itu, tapi sekarang sudah banyak yang rusak, termasuk punya kita," katanya.

Hal senada dituturkan warga Desa Parupuk berjarak sekitar lima kilometer dari Desa Karuing arah hilir Sungai Katingan. Warga desa ini juga masih gelap karena tidak adanya jaringan listrik PLN yang masuk. "Ya mau bagaimana lagi, kadang kita pakai genset," ujar Masruji.

Masruji juga menyebut belum adanya jalan darat yang menghubungkan Jahanjang atau Baun Bango Ibukota Kecamatan Kamipang menjadi faktor utama kendala listrik PLN masuk ke desanya.

"Mungkin selama jalan darat belum tembus sampai ke Jahanjang atau Baun Bango, desa kami akan tetap gelap," katanya.

Masruji tidak berharap banyak terkait bantuan PLTS dari pemerintah daerah. Pasalnya perangkat PLTS dinilai cepat rusak, dan penggunaannya tidak efektif.

"Daripada anggarannya untuk pengadaan PLTS, lebih baik dialihkan untuk pembangunan jalan penghubung. Misalnya dari desa kami ke Desa Karuing, kemudian tahun berikutnya jalan dari Karuing ke Jahanjang," harapnya. (ABDUL GAFUR/m)

Berita Terbaru