Puluhan Satwa Liar Dirilis Sepanjang 2016 di SM Sungai Lamandau

  • Oleh Koko Sulistyo
  • 08 Desember 2016 - 13:17 WIB

BORNEONEWS, Pangkalan Bun -- Sepanjang 2016 seksi Konservasi Wilayah II Pangkalan Bun, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah sedikitnya telah merilis puluhan satwa liar dilindungi untuk dikembalikan ke habitatnya aslinya.

" Kita telah rilis puluhan satwa liar dilindungi untuk kita kembalikan ke habitat aslinya," kata Kepala BKSDA SKW II Pangkalan Bun, Agung Widodo, Rabu, (7/12/2016).

Ia menjelaskan satwa-satwa yang dirilis tersebut berjumlah 44 ekor diantaranya 20 ekor orang utan, 9 ekor primata jenis owa-owa, 3 ekor Bekantan, Beruang 2 ekor, Kukang 4 ekor, Beruk 3 ekor, Elang 1 ekor dan Buaya 2 ekor.

Satwa-satwa tersebut diantaranya juga ada yang diserahkan BKSDA kepada Orang Utan Foundation Indonesia dan BOS Nyaru Menteng untuk direhabilitasi akibat terlalu kecil dan jinak, hal ini untuk adaptasi sebelum dilepas kembali ke habitat asalnya.

" Beberapa diantaranya yang kita nilai perlu dilakukan rehabilitasi kita serahkan kepada NGO-NGO sebelum di lepaskan ke habitat aslinya," ujar Agung.

Dijelaskan lebih lanjut, dengan wilayah mencakup 5 Kabupaten di Kalimantan Tengah mayoritas satwa tersebut berasal dari Kabupaten Kotawaringin Timur dan Kotawaringin Barat, sementara sisanya berasal dari Kabupaten Seruyan, Lamandau dan Sukamara.

Sementara itu untuk tempat pelepasliaran difokuskan ke Suaka Margasatwa Lamandau mengingat luasan lahan di SM Lamandau mencapai 56.000 hektar sehingga dinilai cukup mampu sekian banyak satwa liar. Meski begitu, masih ada satwa liar yang dilepasliarkan di Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP).

Untuk itu sebagai upaya untuk mendukung pelestarian satwa endemik Kalimantan diharapkan kepada masyarakat apabila mengetahui ada pemeliharaan satwa dilindungi dapat melapor untuk segera dapat ditindaklanjuti.

" Dalam rangka pentingnya menjaga kelestarian alam perlu didukung oleh seluruh lapisan masyarakat agar satwa tersebut tidak punah sehingga satwa yang ada dapat dinikmati oleh generasi yang akan datang," pungkas Agung. (KK/*)

Berita Terbaru