Beras 1,4 Tahun di Gudang, ini Penjelasan Kepala Bulog Sub Divre Pangkalan Bun

  • Oleh Wahyu Krida
  • 13 Oktober 2017 - 11:46 WIB

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Kepala Bulog Sub Divre Pangkalan Bun mengatakan beras yang sudah tersimpan selama 1,4 tahun di Gudang Bulog yang berlokasi di Jalan Iskandar sebenarnya adalah stok lama yang belum tersalur ke masyarakat.

"Ini sebenarnya adalah stok lama yang dulu pernah datang sekitar seribu ton. Saat ini sisanya hanya 500 ton. Karena untuk mengeluarkan beras tersebut untuk didistribusikan tentunya melihat keadaan di lapangan. Tidak mesti beras yang duluan masuk yang keluar. Namun beras tersebut masih layak konsumsi. Pastinya sebelum didistribusikan, beras tersebut menjalani proses treatment dan pembersihan dulu," jelasnya.

Walau demikian, dalam proses penyaluran beras rastra, Bulog Sub Divre Pangkalann Bun mempersilakan pihak kecamatan, kelurahan/desa untuk langsung mengambil beras tersebut di gudang Bulog.

"Sehingga mereka bisa memilih beras secara langsung dengan kualitas yang baik," jelasnya.

Rusli menyampaikan saat ini pendistribusian beras rastra saat ini sudah mencapai 75 persen sekitar 1000 ton.

Menanggapi ditemukannya rastra dengan kualitas yang dianggap buruk, Bupati Kobar Nurhidayah menyampaikan akan membuat surat edaran yang ditujukan pada Camat dan Lurah serta Kepala Desa.

"Surat edaran tersebut intinya bahwa 3 bulan sekali membuat surat permintaan berapa kebutuhan raskin yang diperlukan warga yang berhak menerimanya di wilayahnya masing-masing. Selain itu pihak kecamataan, kelurahan/desa agar bisa langsung mengambilnya di gudang bulog untuk memilih sendiri beras yang mau diambil," jelas Nurhidayah. (WAHYU KRIDA/B-11)

Berita Terbaru