Wonderful Indonesia
 
Sabtu, 10 Desember 2016
 

 
Wonderful Indonesia

Ketua DPRD Kecewa Dipermainkan PT AUS

 
 
Bupati Katingan, Ahmad Yantenglie (kiri) menyerahkan dokumen LKPJ kepada Ketua DPRD Ignatius Mantir L Nussa disaksikan Wakil Ketua I Endang Susilawatie usai sidang paripurna di Gedung DPRD Katingan, Selasa (31/3/2016). Ketua DPRD, Selasa (24/5/2016) menga

Bupati Katingan, Ahmad Yantenglie (kiri) menyerahkan dokumen LKPJ kepada Ketua DPRD Ignatius Mantir L Nussa disaksikan Wakil Ketua I Endang Susilawatie usai sidang paripurna di Gedung DPRD Katingan, Selasa (31/3/2016). Ketua DPRD, Selasa (24/5/2016) menga

BorneoNews

BORNEONEWS, Kasongan - Ketua DPRD Katingan Ignatius Mantir Ledie Nussa kecewa atas sikap manajemen PT Arjuna Utama Sawit (PT AUS) yang terkesan mempermainkan dan bahkan bermain kucing-kucingan dengan pihaknya selaku wakil rakyat. Kekecewaan Mantir mengarah pada pembangunan Box Curvert oleh PT AUS di ruas Jalan Hampalit - Baun Bango yang sampai saat ini hasil pekerjaan fisiknya masih nol.

"Saat kami melakukan kunjungan kerja, mereka (PT AUS) kelihatan sedang mengerjakannya dengan super‎sibuk. Tapi (berbulan-bulan lamanya) saat saya melewati Box Curvert itu nyatanya tidak pernah dikerjakan," cetus Mantir kepada wartawan, Selasa (24/5/2016).

Terkait alasan pihak PT AUS yang tidak mengerjakan pembangunan Box Curvert itu lantaran menunggu spek teknis pekerjaan dari Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Katingan, menurut Mantir itu hanya alasan pengalihan belaka. "Nggak mungkin seperti itu, kalau memang menunggu itu kenapa saat kami Kunker mereka supersibuk terlihat mengerjakannya."

Guna mencari solusi terkait pembangunan Box Curvert tersebut, legislator Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan itu telah mengintruksikan Komisi II segera melakukan rapat dengar pendapat (RDP) dengan Dinas PU dan PT AUS.

Ditanya apakah ada kemungkinan pembangunan Box Curvert itu dibatalkan atau ditimbun kembali, menurutnya jika ditimbun kembali malah akan memperparah kondisi badan jalan tersebut. Sebab, galian box Curvert cukup besar dan dalam. "Kalau ditimbun kembali lebih hancur lagi jalannya nanti, karena disitu kelihatannya cukup besar galiannya. Apalagi jembatan kayu sementara itu paling satu dua tahun saja bertahan, malahan akan berbahaya nantinya jika ditimbun kembali."

Sebelumnya pihak PT AUS secara sepihak tanpa izin pemerintah daerah membuat box curvert darurat dari di ruas badan jalan Hampalit - Baun Bango untuk membuat aliran pembuangan air perkebunan sawit. Saat itulah pihak PU meminta ‎PT AUS mengubah box curvert tersebut sesuai standar PU. Pihak PT AUS menyatakan sanggup, namun sampai saat ini belum ada hasil pekerjaannya di lapangan. (HAIRUL SALEH/N).




 

BERITA POPULER

 
INDEKS HJ. NURHIDAYAH

Facebook

 
UCAPAN SELAMAT LAINNYA

PRAKIRAAN CUACA

Sumber : BMKG

To Top