Senin, 24 Juli 2017
 

 
 

SENGKARUT PROYEK PEMBANGUNAN PASAR INDRA SARI

Duka di Tengah Kesibukan Warga Salat Magrib (1)

 
 
Jumat, 16 Agustus 2013, sekitar pukul 18.00 WIB, kebakaran hebat menghanguskan blok Tengah Pasar Indra Sari, Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah.

Jumat, 16 Agustus 2013, sekitar pukul 18.00 WIB, kebakaran hebat menghanguskan blok Tengah Pasar Indra Sari, Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah.

Borneonews / Koko Sulistyo

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Pedagang Pasar Indra Sari, Pangkalan Bun, berduka. Jumat, 16 Agustus 2013, sekitar pukul 18.00 WIB, kebakaran hebat menghanguskan blok Tengah pusat perekonomian tradisional terbesar di Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah itu. Tidak kurang 440 kios yang terbuat dari kayu tinggal puing, dilahap api di tengah kesibukan warga menjalankan salat Magrib itu.

Walau tidak menimbulkan korban jiwa, kebakaran  yang terjadi saat sebagian warga Kobar menjalankan ibadah salat magrib itu telah menghanguskan bagian tengah pasar. Tak kurang 440 kios yang terbuat dari kayu itu porak-poranda menjadi puing-puing, hangus dimakan api.

Kesedihan pedagang bukan semata lantaran dagangan dan kios hangus dilalap si jago merah. Tetapi, ratusan pedagang yang terdiri dari penjual ikan, dan sayur-mayur, serta sembako tersebut terancam kehilangan mata pencaharian.

Pascakebakaran, pedagang kelimpungan, karena tidak ada tempat bagi mereka untuk berjualan lagi. Akhirnya, dengan sisa material bekas kebakaran yang masih bisa digunakan, mereka menggelar dagangannya di sekitar lokasi yang terbakar. Akibatnya, pasar menjadi tidak teratur dan kumuh, hingga memicu beberapa kali aksi penertiban aparat Dinas Pasar serta Satpol PP Kobar.

Pemerintah daerah melalui Dinas Koperasi UMKM dan Pasar berinisiatif membangun lapak darurat di sekitar lokasi kebakaran, namun hal itu tidak cukup membantu keterbatasan lahan dan anggaran saat itu membuat pedagang banyak tidak kebagian tempat. Bahkan diduga banyak lapak yang seharusnya gratis, malah diperjualbelikan oleh oknum.

Seiring berjalannya waktu, pemerintah daerah berencana membangun lokasi pasar eks kebakaran dengan konsep tradisional modern. Mengingat pembangunan tersebut sangat mendesak, pedagang korban kebakaran di relokasi jauh-jauh hari. Pemkab menyediakan dua tempat, yakni Pasar Palagan Sari dan Pasar Tembaga Indah, Kelurahan Baru, sebanyak 115 pedagang menempati lapak-lapak dan kios yang dibangun aktivis Karang Taruna, Kelurahan Baru sebagai pengelola pasar.

Dinas Koperasi UMKM dan Pasar Kobar, saat itu masih dipimpin Eko Prabowo, mengatakan, relokasi pedagang rencananya hanya sementara selama proyek pembangunan pasar dikerjakan, tapi kalaupun pedagang berkeinginan pindah ke pasar Palagan Sari hal itu tidak menjadi persoalan. Saati itu, lapangan sepak bola Tembaga Indah sudah ditimbun, untuk keperluan relokasi pedagang.

Dinas Koperasi UMKM dan Pasar telah menyosialisasikan batas terakhir relokasi sebanyak 115 pedagang ke Pasar Tembaga Indah, Pangkalan Bun, 1 Juni 2015. Namun karena kondisi pasar relokasi terkait, sarana prasarananya belum sepenuhnya selesai, pedagang masih enggan pindah. (KOKO SULISTYO/N).

PENGANTAR: Mulai Senin (17/7/2017), redaksi menurunkan tulisan berseri di bawah tajuk: Sengkarut Proyek Pembangunan Pasar Indra Sari. Kami merunut mulai dari awal, saat kebakaran hebat melanda pasar sayur-mayur dan ikan (Saik), di Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah,itu sampai proyek pembangunannya ditengarai berbau korupsi, yang melibatkan nama-nama beken. Selamat membaca.  


BERITA POPULER

Silaturahim

Facebook

 
UCAPAN SELAMAT LAINNYA
To Top