Selasa, 21 November 2017
 

 
 

Pemerasan

Ilham Nekat Jadi Polisi Gadungan Karena Penumpang Kelotok Sepi

 
 
Ilham Pangestu, tersangka pemerasan berkedok polisi gadungan, saat diperiksa Jaksa Kejari Kotim Lady Lanni Terore, Kamis (14/9/2017).

Ilham Pangestu, tersangka pemerasan berkedok polisi gadungan, saat diperiksa Jaksa Kejari Kotim Lady Lanni Terore, Kamis (14/9/2017).

Borneonews / Naco

BORNEONEWS, Sampit - Sepinya penumpang menjadi alasan motoris kelotok bernama Ilham Pangestu ini nekad jadi polisi gadungan demi memeras pengusaha serkel, Syahrani alias Itak.

"Kerjaan sepi, makanya saya pakai baju itu (pakaian polisi) untuk memeras korban," ungkap warga Kelurahan Mentaya Seberang, Kecamatan Seranau, Kabupaten Kotim, itu saat pelimpahan tahap II kepada Jaksa Kejari Kotim Lady Lanni Terore, Kamis (14/9/2017).

Menurut tersangka, seragam Polairud yang dirinya gunakan merupakan hasil curian rekannya. Seragam itu lalu diserahkan ke dirinya hingga dimanfaatkan untuk memeras korban.

Apesnya, korban melaporkan perbuatan Ilham ke polisi. Akibatnya tersangka diringkus saat akan serah terima uang sebesar Rp250 ribu dari korban di Jalan Iskandar atau belakang Masjid Jami, Kecamatan Ketapang.

Pengakuan Ilham, ia sudah tiga kali memeras Syahrani. Pertama, ia diberi Rp200 ribu, kedua Rp50 ribu, dan ketiga rencananya Rp250 ribu.

Ilham menggunakan baju Polairud pada aksi pertamanya. Setelah itu, ia menggunakan baju biasa.  "Waktu minta itu saya datang bilang anggota lalu dikasihnya uang, tidak ada saya bilang kalau tidak ngasih akan saya tangkap, dia langsung mengasih saja," kata lelaki yang masih bujangan ini. (NACO/B-3)

BERITA POPULER

Tewas Tenggelam

Facebook

 
UCAPAN SELAMAT LAINNYA
To Top