Imam Masjid Jami Yang Wafat Saat Jadi Imam Salat Jumat Mantan Juara Qori Nasional

  • Oleh Muhammad Hamim
  • 14 September 2018 - 20:50 WIB

BORNEONEWS, Sampit- Imam Masjid Jami yang meninggal dunia saat sedang menjadi imam salat Jumat, ternyata mantan juara qori Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat nasional.

Almarhum yang bernama Muhamad Sadri Arsyad, menjadi juara MTQ nasional pada 1970. 

"Memang ayah saya pernah juara qori nasional, namun tahunnya agak lupa antara 1969 dan 1970," ujar Anwar Sadat, anak almarhum Muhamad Sadri Arsyad, Jumat (14/9/2018).

Setelah menjuarai qori nasional, almarhum menjadi dewan hakim setiap ada pagelaran MTQ tingkat kecamatan, kabupaten, provinsi, bahkan nasional. 

Sehingga namanya sangat dikenal dikalangan qori dan qoriah di Kalimantan Tengah, bahkan juga nasional. Terutama di Kotim, sudah banyak murid almarhum yang menjuarai MTQ tingkat provinsi dan nasional.

"Beliau adalah sosok yang tangguh karena rela memakai sepeda motor untuk mengajar qori di sejumlah pelosok di Kotim ini," sambung Anwar. 

Sosok almarhum sebagai juara qori nasional sangat dikagumi banyak pihak. Bahkan merupakan sosok yang sangat disayangi masyarakat. Apalagi setiap lima waktu, almarhum azan di Masjid Jami. 

Bakat mengaji almarhumpun diturunkan kepada anak-anaknya. Yang mana dari delapan orang anaknya, lima di antaranya merupakan qori. Namun yang mengikuti jejak hingga saat ini adalah putri bungsu almarhum yang bernama Nur Khairia Arsyad. Nur Khairia juga menjuarai MTQ tingkat nasional.

"Ayah saya juga membuka rumah Tahfiz Al Quran, yang diadakan di rumah almarhum Jalan Iskandar 29 ini," terang Anwar.

Sementara itu, Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Kotim Syamsudin, mengungkapkan bahwa warga Sampit saat ini sangat kehilangan dengan sosok yang disantuni dan disayangi. Karena almarhum juga merupakan guru mengaji Al Quran Muhamad Sadri Arsyad.

Berita Terbaru