Memantau Strategi Sawit Sumbermas Sarana Dongkrak Laba

  • Oleh Nedelya Ramadhani
  • 09 November 2018 - 11:00 WIB

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) optimistis hingga akhir tahun ini produksi minyak kelapa sawit atau Crude Palm Oil (CPO) mengalami peningkatan hingga 25%.

Produksi akan mengalami kenaikan sekitar 25%, walaupun harga CPO mengalami koreksi. Ini merupakan kompensasi untuk mempertahankan laba bersih di sepanjang tahun ini.

Meskipun nilai tukar rupiah mengalami gonjang ganjing terhadap dolar AS, namun itu tidak akan mempengaruhi penjualan perseroan karena dilakukan dalam bentuk dolar AS.

Sementara itu, untuk menopang kinerja pada tahun depan, perseroan mengalokasikan belanja modal atau Capital Expenditure (Capex) senilai Rp500 miliar hingga Rp530 miliar.

Perseroan merupakan perusahaan kelapa sawit yang memiliki misi mewujudkan potensi optimal kelapa sawit. Hingga saat ini perseroan mengelola bisnis terpadu atas 19 lahan perkebunan kelapa sawit, enam pabrik kelapa sawit (PKS), dan satu pabrik inti sawit, yang semuanya beroperasi di Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah.

Pada tahun depan, peraseroan merencanakan untuk menambah tiga pabrik kelapa sawit baru dalam rangka mengembangkan bisnis usaha.

Saat ini, perseroan telah memiliki enam pabrik kelapa sawit yang sudah beroperasi dengan kapasitas produksi mencapai 300.000 ton per jam.

Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Andy Wibowo Gunawan, mengatakan saham sektor CPO minim katalis positif sehingga mendapat rekomendasi netral. Kendati volume produksi dan penjualan emiten diperkirakan meningkat pada 2018, harga komoditas cenderung tertekan.

"Permintaan memang masih banyak, terutama untuk minyak goreng karena lebih murah dibandingkan minyak nabati lainnya. Tapi belum ada katalis baru," katanya dalam risetnya.

Menurutnya, jika harga minyak Brent bisa menembus US$80 per barel, permintaan CPO untuk biodiesel bisa meningkat sigifikan. 

Berita Terbaru