Guru Agama SMPN 5 Kumai Tewas Kecelakaan, Dua Anaknya Luka Parah

  • Oleh Wahyu Krida
  • 08 Januari 2019 - 10:24 WIB

BORNEONEWS, Pangkalan Bun-  Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Pasir Putih, RT 10,  Desa Sungai Kapitan, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Selasa (8/1/2019) sekitar pukul 06.30 WIB. 

Akibat peristiwa itu, guru agama di SMPN 5 Kumai, Juhari, 38, meninggal dunia. Sedangkan dua anaknya, Dafa, 8, dan Aqif, 11, kritis akibat luka parah di kepala.

Informasi yang diperoleh Borneonews, Juhari merupakan warga Jalan Padat Karya I, RT 9, Desa Sungai Kapitan.

Pagi itu, ia hendak berangkat mengajar ke SMPN 5 Kumai. Korban berangkat menggunakan sepeda motor dengan membonceng dua anaknya yang masih duduk di sekolah dasar.

"Saat itu Juhari sekaligus mengantarkan dua anaknya ke SD AL Miftah yang berada di Jalan Pasir Putih, RT 10," tutur Jamberi, keluarga korban.

Saat motor yang dikendarai Juhari berada di depan SMAN 1 Kumai, tiba tiba dari arah Bundaran Orangutan melaju sebuah truk yang langsung menabrak korban.

"Akibat tabrakan tersebut, korban terpental 5 meter dari motornya. Sedangkan truk baru bisa berhenti sekitar 20 meter lantaran saat tabrakan terjadi, truk tersebut melaju dalam kecepatan tinggi," ungkap Jamberi.

Masih menurut Jamberi, identitas sopir truk masih belum diketahui. "Namun diduga si sopir dalam kondisi mabuk. Saat ini sopir truk tersebut sudah diamankan polisi."

Akibat kecelakaan tersebut, kepala korban pecah dan meninggal dunia di lokasi kejadian.

"Sedangkan anak Juhari yaitu Aqif dalam kondisi kritis. Anak korban yang lain yaitu Dafa masih mendapatkan perawatan medis di RSUD. Rencananya menurut kesepakatan keluarga, almarhum Juhari dimakamkan hari ini juga," sebut Jamberi. (KRIDA/B-3)

Berita Terbaru