Garuda Kurangi Frekuensi Penerbangan di Bandara Tjilik Riwut

  • Oleh Rahmat Gazali
  • 09 Maret 2019 - 14:46 WIB

BORNEONEWS, Palangka Raya - Selain maskapai Citilink dan Batik Air yang istirahat operasional, maskapai Garuda Indonesia juga memutuskan untuk mengurangi frekuensi penerbangan.

Berkurangannya frekuensi penerbangan ini imbas dari minimnya penumpang transportasi udara di bandara Tjilik Riwut Palangka Raya.

"Karena harga tiket yang sangat mahal, banyak penumpang kita memutuskan untuk menggunakan jasa transporatasi laut dan mengurangi jasa bepergian lewat udara," ujar Kepala Bidang Angkutan Dinas Perhubungan Kalteng, Terjo Piu, Sabtu (9/3/2019).

Terjo mengaku, belum mengetahui secara pasti hingga kapan pengurangan frekuensi penerbangan maskapai Garuda Indonesia tersebut. "Mungkin akan melihat keadaan terlebih dahulu hingga penumpangnya kembali normal," lanjutnya.

Senada dengan Terjo, Manager Lion Air Kalselteng, Agung membenarkan penurunan jumlah penumpang pesawat dan pengiriman barang di bandara Tjilik Riwut tersebut .

"Sementara ini Batik Air istirahat dulu sejak awal bulan," ungkapnya. (GAZALI/B-2)

Berita Terbaru