Nenek Warga Mendawai Digendam, Pelaku Ngaku Orang Brunei Darussalam

  • Oleh Wahyu Krida
  • 24 Maret 2019 - 20:42 WIB

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Kasus perampasan barang berharga bermodus gendam kembali terjadi di Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar).

Peristiwa yang terjadi Jumat (22/3/2019) sekitar pukul 09.00 WIB ini menimpa seorang nenek, Ruesy Mansyur (67 tahun) warga Jalan Hasanuddin Gang Cerez, Kelurahan Mendawai.

Saat ditemui www.borneonews.co.id, Minggu (24/3/2019) malam ia menjelaskan awalnya kronologis kasus gendam ini. Saat itu ia bermaksud pergi ke kantor pos untuk membayar tagihan provider internet.

"Saat saya berjalan di sekitar pertigaan Jalan Hasanudin-Jalan Domba, tiba-tiba ada orang berlogat Melayu mengaku asal Brunei Darussalam dengan ciri kurus kulit sawo matang sekitar 170 cm.

Dia menanyakan dimana panti jompo di Pangkalan Bun," jelasnya. Orang itu bermaksud membantu panti jompo untuk memberikan sumbangan uang.

"Saat saya asyik ngobrol dengan orang Brunei tersebut tiba-tiba ada orang menepuk bahu kanan dan mengatakan ayo bu kita membantu orang Brunei tersebut. Kemudian saya langsung diajak ke sebuah mobil warna hitam yang terparkir tidak jauh dari tempat kami berdiri," ucapnya.

Ternyata di dalam mobil tersebut sudah ada dua orang lagi yang menunggu dan langsung membawa saya keliling kota Pangkalan Bun.

"Sehingga ada empat laki-laki dalam mobil tersebut. Mereka mengatakan bahwa akan turut membantu orang Brunei itu. Namun mereka katanya ingin mentrasferkan uang melalui ATM saya. Mereka juga meminta saya untuk memyebutkan nomor PIN ATM saya dan tidak sadar saya memberitahukan PIN ATM. Saya kemudian diajak ke ATM Hotel Kecubung dan mereka kemudian mengambil uang saya Rp3 juta di ATM. Namun sekali lagi entah saya tidak sadar dan tidak marah," jelasnya.

Setelah itu mereka juga menanyakan lantaran mereka bermaksud memberikan bantuan Rp100 juta lebih kepada panti jompo. Maka mereka meminta bukti kejujurannya.

"Saya ditanyakan apakah saya punya perhiasan di rumah dan saya mengiyakan. Kemudian mereka mengantar saya ke rumah. Setelah mobil diparkir didekat Hotel Andika, maka saya langsung berjalan ke rumah dan mengambil uang Rp7 juta dan perhiasan emas berupa liontin dan cincin dengan total 20 gram," jelasnya.


TAGS:

Berita Terbaru