Petani di Katingan Keluhkan Harga Sawit Turun 

  • Oleh Abdul Gofur
  • 11 Juni 2019 - 17:00 WIB

BORNEONEWS, Kasongan - Sejumlah petani di Kabupaten Katingan mengeluhkan harga tandan buah segar atau TBS sawit yang kembali turun.

Padahal sebelumnya, petani menjual TBS sawit ini mencapai Rp 1,100 per kilogram. Namun sejak sebulan terakhir harganya kembali turun menjadi Rp 900 per kilogram.

"Memang sebelumnya pernah turun hanya Rp 600 per kilogram, tapi kemudian harganya perlahan naik sedikit demi sedikit hingga sampai tembus Rp 1.100 per kilogram," ujar Riansyah, pemilik kebun sawit warga unit permukiman transmigrasi atau UPT Hiyang Bana Kecamatan Tasik Payawan, Selasa, 11 Juni 2019.

Namun sejak sebulan terakhir pengepul TBS sawit kembali menurunkan harga hingga menjadi Rp 900 per kg atau turun Rp 200 per kg.

Riansyah mengaku kebun sawitnya seluas sekitar tiga hektar sudah empat tahun ini produksi. Saat produksi pertamanya, ia mengaku harga TBS saat itu dipatok Rp 1.500 per kg. 

"Sempat dihargai Rp 1,500 per kg itu lumayan lama, dan hampir tujuh bulan ini harganya tidak normal, cenderung turun," keluhnya.

Meski saat ini harganya murah, namun pengepul TBS sawit setiap harinya selalu keliling desa untuk membeli sawit tersebut.

Riansyah berharap harga TBS sawit ini ke depan bisa kembali normal. Sementara menurut Ijul, petani sawit di Kasongan juga mengakui ada penurunan harga TBS sawit itu sejak sekitar sebulan terakhir.

"Kita gak tahu juga apa penyebabnya, yang jelas sekarang pengumpul berani mematok Rp 900 per kilogram," katanya.  (ABDUL GOFUR/B-5)

Berita Terbaru