Ini Makna Tari Kolosal pada Pembukaan Festival Budaya Isen Mulang

  • Oleh Budi Yulianto
  • 18 Juni 2019 - 08:02 WIB

BORNEONEWS, Palangka Raya - Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran resmi membuka Festival Budaya Isen Mulang di Taman Budaya, Temanggung Tilung, Palangka Raya, Senin, 17 Juni 2019 malam.

Sebelum dibuka, gubernur, undangan, dan masyarakat lebih dulu menyaksikan beberapa penampilan. Salah satunya tari kolosal yang melibatkan 150 orang penari dan pemusik gabungan sanggar seni di Palangka Raya.

Tarian ini terinspirasi berdasarkan kehidupan yang ada di Kalteng. Yaitu hidup berdampingan satu sama lain dari berbagai suku dan agama tanpa mengenal perbedaan. Ini membuat Kalteng memiliki beragam kekayaan seni dan budaya dengan falsafah Huma Betang.

Bertepatan dengan hari jadi ke-62, Kalteng mengalami banyak kemajuan, baik dalam kegiatan sosial, ekonomi, politik, infrastruktur dan budaya.

Tarian ini mengajak semua pihak untuk kembali hapakat. Yaitu bersatu padu, bekerjasama dan bergandengan tangan menyatukan suara untuk meraih kesejahteraan melalui kebersamaan untuk menuju Kalteng yang bermartabat, elok, religius, kuat, amanah dan harmonis, dengan semboyan "Ela buli manggetu hinting bulu panjang, Isen Mulang, manetes rantai kamara ambu".

Artinya adalah jangan pulang sebelum memenangkan peperangan yang panjang, pantang mundur sebelum memutuskan tali kebodohan, kemiskinan dan kemelaratan. (BUDI YULIANTO/B-11/Adv)

Berita Terbaru