Korban Tewas Terhimpit Peti Kemas 1 Orang, Proses Evakuasi Berlangsung Dramatis

  • Oleh Wahyu Krida
  • 26 Juli 2019 - 15:12 WIB

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Setelah hampir dua jam terhimpit peti kemas dari truk bernomor polisi H 1481 JE  yang terguling di Jalan Ahmad Yani, Km 5,5, Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), petugas akhirnya bisa mengevakuasi jenazah korban sekitar pukul 13.00 WIB.

Evakuasi yang berlangsung Jumat, 26, Juli 2019 siang, itu berjalan dramatis. Dengan menggunakan alat derek, tim evakuasi dari Damkar Kobar dibantu operator derek, segera mengangkat dan meletakkan jasad korban ke kantong jenazah, lalu dimasukkan ke ambulans guna dibawa ke RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun.

Kasi Penyelamatan dan Evakuasi Damkar Kobar Agus Suhartono mengatakan, hanya terdapat seorang korban yang terhimpit peti kemas.

"Saat ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. Korban menderita luka berat di kepala," tuturnya.

Sebelumnya, anak korban, Yatmo, mengatakan bahwa ayahnya, Sariman, sedang bermaksud pulang ke rumahnya di Desa Pasir Panjang, setelah mengunjungi rumah saudaranya di SP3 Sungai Rangit.

"Bapak waktu itu berkendara bersama Yatmi, kakak saya. Kakak saya sudah dibawa ke RSUD. Namun Bapak masih dalam proses evakuasi," ujarnya sambil menahan sedih.

Berdasarkan pantauan di lokasi kejadian, petugas sedikit disulitkan melakukan evakuasi lantaran banyaknya masyarakat yang memadati lokasi.

Bahkan, petugas Damkar beberapa kali mengimbau masyarakat agat tidak memotret jenazah korban dan mengunggahnya ke media sosial secara vulgar.

Saat evakuasi jenazah, beberapa petugas langsung membentangkan penutup menggunakan karung plastik agar jenazah tidak bisa difoto.

"Mohon agar tidak mengambil foto jenazah secara langsung dan meng-upload-nya ke media sosial. Hargai keluarga korban dan berempatilah atas musibah yang dialami mereka. Lebih baik lantunkan tahlil, saat proses evakuasi ini berlangsung. Sehingga prosesnya bisa berlangsung cepat dan lancar," ujar petugas Damkar menggunakan pengeras suara dari ambulans. (WAHYU KRIDA/B-3)

Berita Terbaru