Lamandau akan Catatkan Rekor MURI Makan Coto Keladi Korup Matah Terbanyak

  • Oleh Hendi Nurfalah
  • 06 Agustus 2019 - 18:42 WIB

BORNEONEWS, Nanga Bulik - Pemerintah kabupaten Lamandau akan menggelar acara makan Coto Keladi Korup Matah secara serentak. Acara itu juga sekaligus dalam rangka pencatatan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia atau MURI dengan kategori peserta terbanyak.

Rencananya, makan keladi korup matah yang sudah diolah dalam bentuk coto atau soto itu akan digelar pada Rabu,  7 Agustus 2019 tepatnya setelah gelaran upacara peringatan Hari Ulang Tahun kabupaten Lamandau ke 17.

"Kami telah bersurat ke MURI untuk pengajuan pencatatan rekor makan coto keladi korup matah dengan peserta terbanyak itu. Nantinya, kami akan menyiapkan 2.500 mangkuk coto keladi tersebut untuk disantap. Usulan terkait itu sudah disetujui pihak MURI sebagaimana surat dari MURI tertanggal 19 Juli 2019 lalu," ujar Kepala Dinas Ketahanan Pangan kabupaten Lamandau, Irwansyah, Selasa, 6 Juli 2019.

Terpisah, Bupati Lamandau H Hendra Lesmana mengatakan pencatatan rekor muri ini adalah salahsatu bentuk kebanggaan kita terhadap kekayaan daerah, serta sebagai salahsatu upaya mempromosikan keladi korup matah sebagai umbi-umbian khas Lamandau kepada khalayak.

Keladi Korup Matah sendiri merupakan salahsatu varietas umbi-umbian yang sudah dipatenkan melalui proses sertifikasi dan senjadi satu dari tiga jenis varietas pangan asli Lamandau.

Selain Keladi Korup Matah Putih dua varietas lainnya adalah Keladi Korup Matah Kuning dan Terong Asam Madu.

Selain makan coto keladi, kata Hendra Lesmana, di saat yang sama panitia pesta rakyat dalam rangka hari Jadi Lamandau juga akan menyediakan ribuan jenis kuliner khas kabupaten Lamandau lainnya. 

Hendra juga berharap, dengan telah dibudidayakan dengan baik diharapkan keladi korup matah bisa  jadi produk unggulan daerah. Baik untuk produk tanamannya maupun makanan olahannya.

Sebab makanan apapun yang berbahan baku pati atau terigu bisa digantikan. Keladi dengan umur panen cukup mengandung Pati yang sangat tinggi.

Diketahui, keladi merupakan salah satu jenis tumbuhan yang umbi dan batangnya dapat dimakan dan diolah menjadi berbagai bentuk dan jenis varian makanan.

Keladi dapat tumbuh di berbagai jenis tanah dan ada hampir di semua daerah. Tapi, sebagian besar keladi membutuhkan perlakuan khusus sebelum dimasak agar tidak gatal.

Namun di Lamandau tumbuh jenis keladi yang unik, yakni bisa dimakan langsung setelah di kupas alias bisa disantap meskipun mentah atau tanpa olahan namun tidak akan menimbulkan gatal walaupun belum dimasak.

Masyarakat kabupaten Lamandau sering menyebutnya dengan nama Keladi Korup Matah. (HENDI NURFALAH/B-6)

Berita Terbaru