Harga Jual Rotan Diharapkan Meningkat

  • Oleh Naco
  • 24 Agustus 2019 - 09:20 WIB

BORNEONEWS, Sampit - Anggota DPRD Kotawaringin Timur H Abdul Kadir berharap agar harga jual rotan di tingkat petani terus meningkat. Saat ini memang ada kenaikan itu sekitar Rp 800 per kg atau dari Rp 2.200 menjadi Rp 3.000/kg. Namun dia berharap harga tingkat petani bisa menyentuh angka Rp 4.000 per kilogram.

"Saya berharap harga jual rotan di tingkat petani terus membaik, sehingga kesejahteraan petani di Kotawaringin Timur bisa lebih baik. Sudah 18 tahun petani rotan di daerah ini terpuruk akibat anjloknya harga rotan," kata Abdul Kadir, Sabtu, 24 Agustus 2019.

Tepatnya, sejak keluarnya peraturan Menteri Perdagangan Nomor 35 Tahun 2011 yang melarang ekspor rotan dalam bentuk mentah dan setengah jadi. Sehingga harga rotan tidak pernah bertahan lama.

"Beginilah kondisinya, kadang naik kadang anjlok sama sekali," tegas politisi Partai Golkar itu.

Mulai membaiknya harga jual rotan tersebut dipicu dengan meningkatnya permintaan bahan baku rotan di perusahaan industri yang ada di beberapa daerah di Indonesia. 

Dengan harga demikian, petani tetap menjaga dan memertahankan kualitas rotan agar harganya bisa terus stabil. Dia yakin harga rotan ini akan terus membaik.

Kadir juga mengajak masyarakat untuk tetap membudidayakan rotan. Dia menilai, masyarakat yang membuang kebun rotan diganti dengan tanaman lain sangat tidak tepat. Pasalnya rotan ini bisa dipanen sepanjang tahun dan jadi tonggak bertahannya ekonomi masyarakat. 

“Jangan sampai diganti, karena saya paham betul rotan ini sepanjang tahun bisa menghasilkan uang,  tidak usah banyak cukup 4-5 hektare saja sudah bisa sekolahkan anak hingga mencukupi ekonomi keluarga," pungkasnya. (NACO/B-11)


TAGS:

Berita Terbaru