Mahasiswa Kalteng Kuliah di Yogyakarta Dianiaya dengan Batu Hingga Tidak Sadarkan Diri Sampai Sekarang

  • Oleh Naco
  • 09 September 2019 - 11:44 WIB

BORNEONEWS, Sampit - Kristovorus Karubim, mahasiswa Kalteng atau Kalimantan Tengah yang kuliah di Yogyakarta dikeroyok dan dianiaya dengan batu hingga tidak sadarkan diri sampai sekarang.

"Kakak saya menderita luka di bagian kepala, telinga, bibir dan bagian muka," kata Yunus, adik korban, Senin, 9 September 2019.

Korban sampai kini akibat kejadian Sabtu, 7 September 2019 itu belum sadarkan diri dan jalani perawatan secara intensif di rumah sakit di Yogyakarta.

Kristo panggilan akrab korban merupakan warga asal Kabupaten Seruyan, ia merupakan lulusan SMA Taruna Jaya Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur yang kuliah di Yogyakarta jurusan teknik industri.

"Kalau dari cerita anak saya yang kuliah di sana ia dikeroyok saat menghadiri wisuda rekannya," ucap Sempung warga asal Kotim.

Saat itu terjadi perkelahian, dan polisi mengamankan dua orang pelaku. Korban, Yunus, dan rekannya yang lain melihat kejadian itu.

Tanpa diduga Yunus dikejar dan dipukul oleh orang tidak dikenal. Melihat adiknya dianiaya, Kristo berupaya menolongnya. Hingga ia dipukul sementara Yunus berhasil menyelamatkan diri.

Korban belum sadar karena alami pendarahan di bagian kepala. Bahkan ia sering berhalusinasi dan tidak ingat lagi seperti apa kronologis hingga ia menderita seperti itu. (NACO/B-5)

Berita Terbaru