Gubernur Kalteng Dorong Penindakan Sumur Bor Fiktif Jika Terbukti Benar

  • Oleh Budi Yulianto
  • 10 September 2019 - 22:02 WIB

BORNEONEWS, Palangka Raya - Gubernur Kalimantan Tengah, Sugianto Sabran mendorong pihak terkait untuk menindak jika dugaan adanya sumur bor fiktif terbukti kebenarannya.

"Silahkan, itu proyek siapa, apa dan bagaimana. Ya kita minta tindak," kata Sugianto Sabran, Selasa, 10 September 2019.

Keberadaan sumur bor yang telah dibangun di Kalteng dapat membantu tim satuan tugas dalam menanggulangi kebakaran hutan dan lahan. Namun sangat disayangkan jika benar ada dugaan sumur bor fiktif. 

Menurutnya, kalau benar sumur bor fiktif, hal itu tentu sangat merugikan banyak pihak. Tak hanya itu, juga menjadi salah satu penyebab timbulnya kabut asap. Sebab, sumur bor yang dibangun seharusnya bisa digunakan sebagai sumber air dalam proses pemadaman kebakaran. 

Sementara itu, Badan Restorasi Gambut atau BRG akan memeriksa semua sumur bor dan fasilitas infrastruktur pembasahan gambut atau IPG lainnya yang ada di Kalteng. 

Ini untuk memastikan apakah sumur bor maupun IPG yang dibangun sejak 2017 dapat berfungsi dengan baik, untuk melakukan pembasahan termasuk penanganan kebakaran di lahan gambut.  

"Kita sedang mengecek seluruh fasilitas tanpa terkecuali," kata Kepala BRG, Nazir Foead dalam siaran persnya.

"Jumlah IPG yang dibangun sangat banyak, ribuan unit, maka pemeriksaan memerlukan waktu. Di Kalimantan Tengah, pemeriksaan sudah dimulai awal pekan lalu dan terus berlangsung hingga saat ini. Terhadap dugaan pembangunan sumur bor fiktif tersebut juga sedang dilakukan investigasi oleh BRG," tuturnya. (BUDI YULIANTO/B-11/ADV)

Berita Terbaru