Taman Nasional Sebangau Bertahan dalam Kepungan Api

  • Oleh Rokim
  • 24 September 2019 - 17:48 WIB

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Provinsi Kalimantan Tengah sudah mengancam kawasan Taman Nasional Sebangau (TNS). Bahkan saat ini wilayah TNS yang berada di wilayah Kota Palangka Raya, Kabupaten Pulang Pisau, dan Kabupaten Katingan ini dalam kondisi siaga Karhutla. Saat ini TNS bertahan dalam kepungan api.

Bagimana tidak, hampir setiap hari petugas TNS harus berjibaku dengan api yang membakar kawasan TNS. Bahkan lahan yang terbakar sudah mencapai 125 hektare. Lahan seluas yang terbakar tersebut merupakan akumulasi sejak Juli sampai September 2019.

Lahan TNS yang terbakar ini berada di wilayah di 3 wilayah yakni Kota Palangka Raya, Kabupaten Katingan, dan Kabupaten Pulang Pisau. Namun dari ketiga wilayah ini yang paling luas terbakar berada di wilayah Palangka Raya.

"Sedangkan untuk wilayah Katingan dan Pulang Pisau relatif kecil," kata Kepala Balai Taman Nasional Sebangau, Andi M Kadhafi kepada borneonews.co.id, Selasa sore 24 September 2019.

Menurut Kadhafi, api penyebab terbakarnya TNS ini berasal dari luar kawasan, sehingga merembet ke TNS.

Jika dilihat dari luas TNS yang mencapai sekitar 540 ribu hektare, lahan yang terbakar relatif kecil yakni sekitar 0,003 persen.

Selama musim kemarau terpantau sekitar 140 titik api dan hari ini terpantau hanya 1 titik api. Kadhafi menyebut total lahan 125 hektare yang terbakar ini dalam skala kecil dan yang terjadi dalam hamparan luas sangat sedikit.

Saat ini pihak TNS dibantu tim dari Manggala Agni terus melakukan pemadaman. Pihak TNS juga terbantu dengan pemadaman yang dilakukan melalui udara dengan helikopter water boombing.

Dia menambahkan meski sudah terpantau 141 titik api, namun jumlah ini terbilang sedikit jika dibanding dengan tahun sebelumnya. Minimnya hotspot ini karena pihak TNS terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat.

"Sampai saat ini kami masih siaga darurat Karhutla. Semua tim yang tersebar di 8 resort terus patroli," tegasnya.

Berita Terbaru