Ayam Ras Penyumbang Deflasi Terbanyak di Kalteng Selama September 2019

  • Oleh Budi Yulianto
  • 02 Oktober 2019 - 13:36 WIB

BORNEONEWS, Palangka Raya - Daging ayam ras menjadi komoditas penyumbang deflasi terbanyak di Kalteng selama September 2019 yakni menempati angka 0,14 persen.

Angka ini paling tinggi dibanding komoditas lainnya yang turut mengalami deflasi seperti bawang merah (0,06 persen), semangka 0,02, ikan layang/benggol 0,01 dan tahu mentah 0,01 persen.

Deflasi tersebut tercatat di Kota Palangka Raya. Namun di Sampit juga menempatkan daging ayam ras pada posisi tertinggi yakni sebesar 0,19 persen.

Selanjutnya bawang merah 0,12, semangka 0,03, angkutan udara 0,02 dan tomat sayur 0,02. Sedangkan komoditas yang mengalami inflasi di Kota Palangka Raya adalah ikan gabus 0,05, emas perhiasan 0,04, sekolah menengah atas 0,04, ikan nila 0,03 dan ikan gabus 0,02.

Di Sampit komoditas yang mengalami inflasi adalah emas perhiasan 0,05 persen. Hal itu disampaikan Wakil Ketua Tim Pengendali Inflasi Daerah atau TPID Provinsi Kalteng, Setian didampingi Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi Keuangan dan Pembangunan, Yuas Elko pada Rabu, 2 Oktober 2019.

Setian mengatakan deflasi pada daging ayam ras terjadi salah satunya karena kegiatan di Kalteng kurang sehingga permintaan pembelian berkurang.

"Kedua, kondisi kabut asap. Orang belanja ke pasar tradisional berkurang sehingga pemintaan berkurang. Karena permintaan berkurang, mau tidak mau penjualnya kan menurunkan harga. Itu penyebab kenapa daging ayam turun," ucapnya. (BUDI YULIANTO/B-6)

Berita Terbaru