Kopi Vietnam Melimpah, Petani Minta Pemerintah Rem Impor Kopi

  • Oleh Inilah.com
  • 11 Oktober 2019 - 07:16 WIB

INILAHCOM, Jakarta - Pasokan kopi vietnam melimpah di kedai-kedai dalam negeri. Kondisi itu membuat petani meminta pemerintah rem impor kopi.

Membanjirnya kopi impor asal Amerika Latin dan Vietnam merugikan petani lokal. Apalagi, harga jual kopi asal Amerika Latin dan Vietnam lebih murah ketimbang kopi lokal. 

Perwakilan petani kopi, Hamzah, mengatakan, harga kopi impor lebih murah karena produksi kopi impor sudah menggunakan otomatisasi mesin. "Sedangkan kami masih pakai tangan metiknya. Kalau kami tak bisa bersaing, harga kopi bisa turun," kata Hamzah kepada Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Kamis (10/10/2019).

Jokowi mengaku akan menindaklanjuti masukan dari para petani. Dalam sebuah kesempatan pada Agustus 2019 lalu, Jokowi juga sempat menyindir pengelola mal-mal yang selalu menempatkan merek kopi asing di posisi paling strategis.

Meski tak menyebutkan merek kopi tersebut, Jokowi menilai bahwa seharusnya merek-merek kopi lokal bisa mendapat posisi yang setara. "Kalau sudah mau minum kopi yang ditaruh di depan si itu. Saya nggak usah sebut sudah tahu semuanya. Kopi kita kurang enak? Coba datang ke Tuku Coffee, datang ke Kenangan. Nggak ada bedanya. Harga separuh atau sepertiga," ujar mantan Wali Kota Solo dan Gubernur DKI itu.

Jokowi meminta Himpunan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) untuk memfasilitas pemilik merek lokal demi bisa mendapat lokasi berdagang yang strategis. Presiden juga mengingatkan pengelola mal atau pusat perbelanjaan untuk bisa memberikan prioritas bagi merek lokal, bukan merek asing. (INILAH.COM)

Berita Terbaru