Pejabat Pemko Palangka Raya Dituding Tidak Tahu Sejarah

  • Oleh Testi Priscilla
  • 08 November 2019 - 14:30 WIB

BORNEONEWS, Palangka Raya - Pejabat di Pemko Palangka Raya dituding tidak tahu sejarah sehingga munculnya keputusan untuk menggusur kawasan pertokoan Flamboyan Atas.

Hal ini diungkapkan Ketua Persatuan Pasar Flamboyan Atas, Theopilus Y Nahan dalam audiensi tindak lanjut pemanfaatan tanah kawasan Flamboyan Atas pada Jumat, 8 November 2019.

"Awal pembangunan kawasan flamboyan atas itu karena pada zaman Gubernur Gatot Amrih. Beliau mengatakan kenapa Palangka Raya yang adalah ibukota provinsi Kalimantan tidak punya ciri-ciri kota, makanya dipanggil pak Lukas Tingkes yang saat itu adalah Wali Kota," kata Theopilus dalam pertemuan yang diselenggarakan di Ruang Rapat Peteng Karuhei I itu.

Oleh Gubernur Gatot Amrih, Wali Kota Lukas Tingkes menurutnya diminta untuk mencari tempat yang bisa dipakai untuk menjadi ciri khas Palangka Raya dan ditemukanlah jalur itu yang setelah diteliti adalah jalur niaga, IMB dan sebagainya sudah sesuai.

"Sekarang setelah puluhan tahun berlalu dan berganti-ganti pejabat kota yang tidak tahu sejarah, lalu mau diambil begitu saja oleh pemerintah kota lokasi ini," tegasnya.

Jajaran pengurus persatuan pedagang ini diterima oleh Inspektur Kota Palangka Raya, Alman P Pakpahan, Kepala Bidang Aset BPKAD Kota Palangka Raya, Apsiah serta Anggota Komisi A DPRD Kota Palangka Raya, Reja Framika. (TESTI PRISCILLA/B-5)

Berita Terbaru