Nekat Gelapkan Motor karena Kehabisan Uang

  • Oleh Agus Priyono
  • 20 November 2019 - 20:26 WIB

BORNEONEWS, Palangka Raya - Terdakwa penggelapan sepeda motor, Mo mengaku jika nekat melakukan aksinya mencuri karena pusing kehabisan uang.

Dalam sidang yang dipimpin majelis hakim diketuai Alfon, Rabu 20 November 2019, terdakwa mengaku jika pekerjaan serabutan yang selama ini dilakoni tidak mampu memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari.

Karena merasa tidak ada jalan keluar, maka dian mengajak dua rekannya Iyan dan Habibi yang hingga kini masih buron untuk melakukan penggelapan motor dengan perjanjian hasilnya dibagi.

"Saya sudah tidak punya uang lagi yang mulia. Makanya saya nekat menjual motor itu dengan batuan teman saya yang lain. Karena tidak bisa saya lakukan sendiri," ujar terdakwa.

Dia mengatakan setelah tiba di Amuntai, Kalimantan Selatan, sepeda motor itu dijual Rp 2,8 juta.

Terdakwa memberikan uang Rp 1,6 juta kepada Habibi dan Iyan, sedangkan sisanya dimiliki oleh terdakwa.

"Uangnya saya bagi dua, dan saya pakai untuk kebutuhan sehari- hari. Kedua teman saya itu, saya beri Rp 1,6 untuk mengganti sewa mobil juga," jelasnya.

Mo selanjutnya akan menjalani sidang lanjutan dengan agenda pembacaan tuntutan oleh jaksa penuntut umum yang akan digelar pekan depan di Pengadilan Negeri Palangka Raya. (AGUS/B-6)

Berita Terbaru