Mengenal Batik Tulis Dayak Maanyan Karya Sophia Blantan Luhulima

  • Oleh Agustinus Bole Malo
  • 23 November 2019 - 20:20 WIB

BORNEONEWS, Tamiang Layang - Mungkin tidak banyak yang mengenal Batik Tulis dengan motif khas Dayak Maanyan yang diproduksi oleh Sophia Blantan Luhulima.

Borneonews.co.id berkesempatan untuk mengenal motif-motif batik tulis tersebut saat mengunjungi Bazar Mini Usaha Mikro Kecil Barito Timur di kompleks wisata Lewu Hante Pasar Panas Kecamatan Benua Lima, beberapa waktu lalu.

Menurut ibu berusia 76 tahun tersebut, pembuatan batik tulis bermotif khas Dayak Maanyan dengan merek Wihellie tersebut dirintisnya sejak tahun 2015 dan sebagian besar produksinya masih berdasarkan pesanan konsumen.

"Kami fokus membuat batik tulis dengan motif asli Dayak Maanyan seperti naga pasambung ukui, wadian dadas, wadian bulat, jue minri, manengang, gunung perak dan wurung tingang," paparnya.

Untuk tenaga produksi, Sophia memiliki 8 orang pekerja yang hampir semua wanita. Hanya 1 orang tenaga kerja pria yang sekaligus bertugas sebagai instruktur.

"Selain memproduksi batik dengan motif khas Dayak Maanyan, kami juga bisa melayani motif batik tulis yang lain sesuai desain yang diinginkan atau yang dipesan oleh konsumen," imbuhnya.

Perhelai kain batik tulis khas Dayak Maanyan dijual dengan harga Rp260 ribu untuk yang berukuran 115 x 200 sentimeter, sedangkan yang berukuran 115 x 250 sentimeter dijual dengam harga Rp285 ribu.

Sophia menjelaskan, pada umumnya pelanggan batik tulis yang diproduksinya lebih menyukai motif asli Dayak Maanyan, terutama warga negara asing.

"Melalui website kami pernah mendapatkan pesanan dari Australia dan Belanda, hanya saja kendalanya untuk penjualan ke luar negeri, ongkos kirim lebih mahal dari harga barang," keluh Sophia.

Dia juga mengungkapkan penyebab batik tulis produksinya agak mahal karena semua bahan baku dan peralatan seperti kain, malam, canting dan pewarna harus didatangkan dari Jawa.

Berita Terbaru