Ini Kata Arkeolog tentang Penemuan Keramik di Desa Tewah Pupuh

  • Oleh Agustinus Bole Malo
  • 29 November 2019 - 13:30 WIB

BORNEONEWS, Tamiang Layang - Vida Pervaya Rusianti, Peneliti Madya Arkeologi Hutan Hujan Tropis dari Balai Arkeologi Kalimantan Selatan mengungkapkan, temuan keramik pada kebun warga di Desa Tewah Pupuh Kecamatan Benua Lima Kabupaten Barito Timur menjadi indikator bahwa situs itu merupakan bekas pemukiman.

Penemuan keramik juga bisa menjadi indikator bahwa saat itu masyarakat yang bermukim di wilayah tersebut sudah mengenal perdagangan karena keramik bukan produk buatan masyarakat kalimantan saat itu.

"Namun dari pengamatan saya, keramik yang ditemukan di Desa Tewah Pupuh masih termasuk muda, yang merupakan peninggalan antara abad ke 16 sampai abad ke 19," kata Vida di Tamiamg Layang. Jumat, 29 November 2019.

Menurut Vida, sebenarnya yang menarik dari penemuan tersebut bukan keramiknya, karena keramik bisa ditemukan di berbagai daerah di Kalimantan.

"Yang unik dan menarik itu temuan seperti bekas-bekas peleburan biji besi," imbuhnya.

Namun untuk memastikan itu, lanjutnya, tim arkeologi akan meneliti lebih lanjut dalam beberapa hari ini.

Balai Arkeologi Kalimantan Selatan melakukan penelitian arkeologi di Desa Tewah Pupuh Kecamatan Benua Lima Kabupaten Barito Timur dari tanggal 28 November sampai 1 Desember 2019.

Menurut Sunarningsih, Peneliti Madya Arkeologi Pemukiman dari Balai Arkeologi Kalimantan Selatan yang sekaligus menjadi Ketua Tim Peneliti di Desa Tewah Pupuh mengatakan bahwa hasil tinjauan temuan arkeologi di desa tersebut nanti akan dilaporkan ke Dinas  Kebudayaan, Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Barito Timur dan juga dimuat dalam jurnal ilmiah arkeologi. (BOLE MALO/B-2)

Berita Terbaru