Aplikasi Pilbup (Pemilihan Bupati) Kab. Pemalang Pilkada Serentak 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Nama Kepala BKD Kotim Dicatut untuk Minta Uang Pada Pengangkatan CPNS 

  • Oleh Muhammad Hamim
  • 09 Januari 2020 - 18:40 WIB

BORNEONEWS, Sampit - Seorang oknum sengaja mencatut nama Kepala Badan Kepegawaian Daerah atau BKD Kotim untuk meminta uang kepada korban dengan dalih bisa meluluskan sebagai calon pegawai negeri sipil (CPNS). 

"Saya menengaskan bahwa tidak pernah menjanjikan hal tersebut dan tidak bisa juga meloloskan seseorang menjadi CPNS. Sehingga itu hanya oknum yang mencatut nama saya," ujar Alang, kepada wartawan, Kamis, 9 Januari 2020. 

Percobaan penipuan tersebut diketahui, setelah sekretaris desa di Kecamatan Bukit Santuai mendapatkan telepon dari seseorang yang mengaku sebagai Kepala BKD Kotim. 

Saat itu, pria tersebut mengatakan bahwa bisa mengurus pengangkatan Sekdes menjadi seorang CPNS. Dirinya diminta agar membawa sejumlah berkas ke Kantor BKD Kotim, pada Senin, 13 Januari 2020 mendatang. 

Penelpon tersebut juga meminta uang sesuai dengan kesanggupan korban. Dan pria itu juga menerangakan bahwa biasanya setoran berpariasi, mulai dari Rp 15 juta hingga Rp 20 juta. Uang tersebut akan disetorkan kepada Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), karena yang membuat surat keputusan pengangkatan CPNS adah pemerintah pusat. 

Namun korban tidak langsung percaya. Dan beralasan untuk merundingkan lebih dulu dengan keluarganya. Hal itu dilakukannya karena dirinya curiga dengan penelpon tersebut. Apalagi suaranya sangat berbeda dengan Kepala BKD Kotim. Sehingga dirinya sempat merekam percakapan tersebut. 

Setelah itu, dirinya langsung melaporkan kepada Alang. Bahwa sudah ada yang menelpon dirinya mengatasnamakan Kepala BKD. Dengan dalih bisa meluluskan CPNS. 

"Saya harap ini menjadi perhatian seluruh masyarakat, agar berhati-hati. Jangan percaya dengan janji-janji tersebut. Apalagi saya tidak punya kewenangan untuk mengangkat CPNS. Mudah-mudahan ini bisa mejadi perhatian masyarakat," harap Alang. (MUHAMMAD HAMIM/B-5)

Berita Terbaru