Pemkab Pulang Pisau Kerjasama Perhatikan Kesehatan dan Psikologi Anak di Bawah Umur Korban Pemerkosaan

  • Oleh Muhammad Badarudin
  • 26 Februari 2020 - 10:20 WIB

BORNEONEWS, Pulang Pisau - Pemkab Pulang Pisau melalui Badan Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (BP3AP2KB) bergerak cepat merespon kasus pemerkosaan terhadap anak di bawah umur yang terjadi di Kecamatan Sebangau Kuala.

BP3AP2KB melakukan kerjasama dengan sejumlah pihak. Di antaranya dengan psikolog dan pihak kesehatan dalam hal ini rumah sakit.

Kepala BP3AP2KB Kabupaten Pulang Pisau, dr Bawa Budi Raharja, mengatakan, pihaknya sudah mengutus salah seorang staf untuk memberikan pendampingan terhadap korban. Bahkan, korban juga sudah datang ke rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan. 

"Kami juga sudah menghubungi orangtua korban. Kami berkoordinasi terkait pendampingan yang kami lakukan," kata Bawa, Rabu, 22 Februari 2020. 

Ia menambahkan, pendampingan ini memang merupakan tanggungjawab pihaknya. Sebab, peristiwa ini sudah masuk dalam kekerasan terhadap anak. 

"Yang dijaga itu masalah kesehatan dan psikologinya pasca kasus ini. Intinya jangan sampai dia sakit dan psikologisnya terganggu," ucap dia.

Tambah Bawa, dari kesehatan maksudnya jangan mengalami dampak yang tidak diinginkan. Kemudian, dari segi kejiwaan jangan sampai dia depresi, sakit hati, dan memicu korban berbuat hal-hal yang tidak diinginkan. 

"Pendampingan ini belum bisa ditentukan sampai kapan. Intinya sampai korban memang betul-betul bisa membaik," kata Bawa. (M.BADARUDIN/B-11)

Berita Terbaru