10 Desa dan Kelurahan di Gunung Mas Jadi Lokasi Fokus Penurunan Stunting

  • Oleh Hendra
  • 18 Maret 2020 - 23:00 WIB

BORNEONEWS,  Kuala Kurun - Wakil Bupati Gunung Mas Efrensia Lp Umbing menyebutkan,  sebanyak 10 desa atau kelurahan menjadi lokasi fokus atau lokus penurunan angka stunting.

"Ke-10 desa atau kelurahan itu, diantaranya Bereng Jun, Tumbang Langah, Hatapang, Linau,  Tumbang, Baringei, Ruangan Hiran, Tumbang Marikoi, Tumbang Pasangon, Teluk Nyatu dan Tumbang Anjir," katanya saat menghadiri sekaligus membuka pertemuan Analisis Situasi Konvergensi Pencegahan dan Penanggulangan Stunting Kabupaten Gunung Mas, di aula BP3D, Rabu 18 Maret 2020.

Berdasarkan data dari Dinkes Gunung Mas, kesepuluh desa atau kelurahan tersebut dijadikan lokus penurunan stunting karena presentase angka stuntingnya tergolong tinggi. Bahkan persentase disalah satu desa mencapai 81,82 persen.

"Oleh sebab itu, sepuluh desa dijadikan lokasi fokus penurunan angka stunting. Semoga presentase stunting di Kabupaten Gunung Mas ini dapat kita turunkan," cetusnya.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Gunung Mas Maria Efianti menyebutkan, ada delapan tahapan langkah yang sedang dan akan dilaksanakan dalam penurunan stunting. Di antaranya anilisis situasi, rembuk stunting,  rancana kegiatan. 

"Serta peraturan bupati terkait kewenangan desa dalam pencegahan stunting, pembinaan kader pembangunan manusia, manajemen data, pengukuran dan publikasi stunting serta review kinerja tahunan," jelasnya. 

Dia menambahkan, kedelapan tahapan langkah pencegahan stunting tersebut harus dikerjakan dalam satu tahun berjalan. Saat ini satu langkah hampir selesai dikerjakan, kemudian berlanjut ke tahap berikutnya. 

"Kami berharap semua tahapan tersebut dapat diselesaikan pada tahun 2020 ini. Pada bulan Juni nanti tahap keempat harus selesai. Saya minta semua lintas sektor sinergi, sebab tugas ini tidak hanya tugas Dinkes, namun tugas kita bersama," imbuhnya. (HENDRA/m) 

Berita Terbaru