Stok Gula Menipis, Diskoprindag Seruyan Segera Koordinasi ke Provinsi

  • Oleh Fahrul Haidi
  • 26 Maret 2020 - 16:55 WIB

BORNEONEWS, Kuala Pembuang - Naiknya harga gula dan mulai menipisnya stok gula di wilayah Kuala Pembuang, disikapi Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan atau Diskoperindag Seruyan, dengan segera melakukan koordinasi ke dinas terkait di Provinsi Kalteng.

 

“Koordinasi  yang akan kita lakukan dengan pihak Provinsi, membahas permasalahan gula  yang saat ini terjadi, mudah mudahan ada sebuah solusi untuk mengatasi hal ini,” kata Laosma Purba, Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Seruyan, Kamis, 26 Maret 2020.

 

Selain itu, Laosma Purba mengakui, jika saat ini harga penjualan gula pasir  dipasaran  terbilang mahal. Namun ditingkat pengecer justru harganya bervariasi.

 

"Dari hasil pemantauan kami di lapangan, harga gula, justru berbeda-beda di tingkat pengecer. Ada yang menjual Rp 18.000, Rp 20.000 hingga Rp 22.000 perkilogramnya," jelasnya

 

Kenaikan harga gula ini, lanjut dia, dikarenakan menipisnya pasokan gula di wilayah Kabupaten Seruyan. Kenaikan harga gula ini,  juga terjadi pada banyak daerah di Indonesia, termasuk Kalteng.

 

Menurut dia, terkait menipisnya pasokan gula di daerah, disebabkan karena produksi gula pasir ditingkat nasional sedang mengalami penurunan. 

 

"Tingginya harga gula ini dimungkinkan karena jumlah pasokannya yang menipis akibat permintaan masyarakat yang cukup tinggi. Terlebih menjelang bulan Ramadan seperti sekarang ini," tandasnya. (FAHRUL/B-5)

 

Berita Terbaru